Thursday , January 23 2020
Home / ADVETORIAL / KPID Sulbar Sambangi Universitas Tomakaka Dalam Bingkai Goes To Campus
Jajaran komisioner KPID Sulbar bersama civitas akademi kampus Tomakaka.

KPID Sulbar Sambangi Universitas Tomakaka Dalam Bingkai Goes To Campus

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka melanjutkan agenda literasi media goes to campus yang mengangkat tema ‘Mari Bumikan Siaran Sehat, Berkualitas dan Bermartabat’, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat, menyambangi Universitas Tomakaka, Rabu,13/11/19.

Kegiatan yang melibatkan para mahasiswa sebagai peserta, dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer sekaligus perwakilan rektor Universitas Tomakaka Nazaruddin, jajaran Komisioner KPID Sulawesi Barat, serta narasumber Naskah.M.Nabhan.

Dalam sambutannya Nazaruddin menyampaikan ucapan terimakasih pada jajaran komisioner KPID, karena telah memberikan kepercayaan pada kampus Universitas Tomakaka, untuk menjadi tempat atau tuan rumah dari pelaksanaan agenda literasi media goes to campus.

“Tak lupa kami melontarkan ucapan terimakasih, atas kepercayaan kepada kami sebagai mitra KPID Sulawesi Barat sehingga kegiatan ini bisa berjalan, atas nama rektor permohonan maaf tidak sempat hadir. Yang kedua kami merindukan seperti yang dilakukan KPID, semakin banyak kegiatan berarti semakin besar kepercayaan kepada kampus kami apalagi menghadapi era industri 4, dan menjelang era industri 5 yang tentunya dunia penyiaran akan menjadi cepat perkembangannya, sehingga perlu bersama kita memahami, dan tidak menutup kemungkinan kedepan bisa membuat televisi sendiri,” ucap Nazaruddin.

Di tempat yang sama Koordinator Kelembagaan KPID Sulawesi Barat Sri Ayuningsih, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan rangkaian road show kami ke sekolah, dan kampus dalam rangka memperkenalkan KPID.

“Kegiatan ini akan berkelanjutan menyisir kabupaten lainnya, yang ada di Sulawesi Barat serta dalam upaya menggaungkan literasi media sebagai salah satu bagian pelibatan generasi muda, dalam mendukung siaran sehat, berkualitas dan bermartabat,” jelas Sri Ayuningsih.

Sementara itu hal senada juga disampaikan Budiman Imran, yang memaparkan tentang tugas dan kewenangan KPID, dalam dunia penyiaran khususnya di Sulawesi Barat guna menunjang siaran sehat, berkualitas dan bermartabat.

Lain halnya disampaikan oleh Naskah.M.Nabhan, yang mengakui agar literasi tidak hanya dipahami sebagai kegiatan yang hanya cukup melihat, mendengar, tapi mampu menelaah serta mentransfromasi nilai kepada msyarakat, informasi sehat memiliki manfaat bagi penikmat siaran misal soal pornogarafi dimana tidak boleh divulgarkan. Jadi dikatakan sehat bila medianya baik serta memiliki legalitas. Sulbar TV salah satu lembaga penyiaran, yang telah memiliki legalitas lebih memproritaskan tontonan bersifat edukatif dan bersinergi dengan KPID Sulawesi Barat, dengan harapan nantinya ada kerjasama antara KPID Sulawesi Barat dan Sulbar TV.

“Olehnya itu penting adanya penyamaan persepsi, antara pelaku penyiaran utama gambarannya dalam memberikan masukan dan mengawasi siaran yang ada di televisi. Berharap juga kepada KPID juga dapat mengawasi dan mengkritisi konten YouTube. Mari kita bersama memberikan kritik dan mendorong siaran yang sehat dan bermartabat, dan mahasiswa bisa mengambil peran sebagai praktisi dan kontrol bahkan kami membuka peluang bagi adik-adik, jika ingin belajar silahkan magang ke Sulbar TV,” tutur Naskah.M.Nabhan saat menyampaikan materinya. (Advetorial KPID Sulbar)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Aliansi Peduli Poltek Kembali Lakukan Aksi, Wabup Majene : Bantu Kami Cari Lahan!

MAJENE, TAYANG9- Aliansi Peduli Poltek kembali melakukan aksi jilid ke II bertempat dihalaman kantor Bupati …

HMSS Bersama Polsek Sendana Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

MAJENE, TAYANG9.COM – Himpuana Mahasiswa Satu Sendana (HMSS) bersama Polisi Sektor Sendana kembali menyerahkan bantuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]