Tuesday , October 15 2019
Home / ADVETORIAL / Kicau Mania Lintas Provinsi Ramaikan Kompetisi Burung Berkicau Gubernur Cup I Sulbar
Foto bersama Gubernur Sulbar Alibaal Masdar, dan para kicau mania serta dewan juri di acara Fesitval Kompetisi Burung Berkicau Gubernur Cup I Sulbar. (Foto : FM)

Kicau Mania Lintas Provinsi Ramaikan Kompetisi Burung Berkicau Gubernur Cup I Sulbar

Mamuju – Tayang9 – Festival dan  kompetisi burung berkicau, yang memperebutkan piala Gubernur Cup I Provinsi Sulawesi Barat, resmi diselenggarakan, di Gantangan Taman Karema, Kabupaten Mamuju, Minggu, 08/09/19.

Inisiator pelaksana kegiatan Muhammad Arsyad mengatakan, bahwa kompetisi burung berkicau tersebut, diperkirakan diikuti sekitar seribuan ekor burung dari berbagai daerah tingkat provinsi berdasarkan data registrasi yang dikantongi nya.

“Ini diperkirakan Seribu peserta,” pungkas Muhammad Arsyad.

Selain itu pria yang akrab disapa Ancha itu juga menambahkan, bahwa kegiatan yang diselenggarakannya tersebut, juga diramaikan oleh para kicau mania atau penggemar burung dari luar daerah Provinsi Sulawesi Barat.

 

“Ini dari Sulsel, Palopo, Makassar, Soppeng, pare – pare, Palu, dari Kalimantan juga ada, Mateng, Pasangkayu, khusus Sulbar ada semua,” ungkapnya.

Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Alibaal Masdar (ABM) berharap, dengan terlaksananya kompetisi kicau burung tersebut, dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, untuk lebih mencintai lingkungan khususnya marga satwa.

“Ini kita bisa menjadi pencinta lingkungan, alam, khususnya marga satwa,” kata ABM saat sambutannya.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa saat menjabat Bupati, kegiatan serupa juga pernah diselenggarakan di Kabupaten Polewali Mandar.

“Saya waktunya bupati Kalau tidak salah pernah juga dilaksanakan,” ungkapnya.

Selain itu ia juga menyarankan pada panitia pelaksana, agar sekiranya melaksanakan kegiatan serupa, di seluruh wilayah Kabupaten di Sulawesi Barat. karena ia menilai jika selain karena hoby, memelihara burung merupakan upaya atau bagian dari proses pelestarikan lingkungan, khusunya marga satwa.

“Harus ada kompetisi di setiap kabupaten kalau mau dikembangkan. Saya kira kita memelihara burung untuk pelestarian lingkungan,” tutupnya.

Untuk diketahui, selain memperlombankan 30 jenis kompetisi agenda tersebut juga disemarakkan dengan adanya doorprice berupa satu unit sepeda motor, sepeda dan sejumlah hadiah hiburan lainnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ketua DPRD Sulbar Ajak Masyarakat Tolak Radikal dan Terorisme

Mamuju -Tayang9 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat Suraidah Suhardi, menghadiri …

Wiranto Ditikam, MUI Sulbar : Itu Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi peristiwa penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto, yang terjadi beberapa waktu lalu, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]