Thursday , January 23 2020
Home / BERITA / JPPR : Money Politik dan Hoax Potensi Massif di Pilkada 2020
Koordinator JPPR Sulbar Firdaus Abdullah.(Foto : Istimewa)

JPPR : Money Politik dan Hoax Potensi Massif di Pilkada 2020

Mamuju -Tayang9 – Menjelang Pelaksanaan Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan secara serentak, nampaknya akan diwarnai dengan dua isu besar yakni money politik (politik uang) dan penyebaran hoax.

Menurut Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Sulbar Firdaus Abdullah, persoalan ini akan terus mencuat, apalagi digerakkan oleh kekuatan politik tertentu atau pengusaha, untuk memobilisasi masyarakat dalam rangka memilih calon pemimpin.

“Perlu diperhatikan secara serius, praktik money politik di Pilkada serentak akan semakin massif, serta penyebaran hoax di media sosial yang akan digunakan dalam pilkada 2020,” ucap Firdaus, melalui pres rilisnya, Senin, 06/01/20.

Selain it, ia juga menyampaikan bahwa, hasil pantauan selama pelaksanaan Pemilu 2019 yang lalu, praktik politik uang dan penyebaran hoax cukup besar, sehingga dinilai akan menjadi ancaman bagi Pilkada 2020.

“Money politik dan penyebaran hoax menjadi musuh terbesar dalam demokrasi, moment suksesi pemilihan pemimpin atau kepala daerah adalah isu money politik dan penyebaran hoax semakin massif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap pada elit atau para kelompok politik agar tidak mengabaikan etika berpolitik, meminta penyelenggara Pemilu untuk bekerja profesional.

“Rendahnya sanksi yang diberikan kepada pelaku money politik dan penyebaran hoax, tutup aktivis MCW Sulbar itu.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Aliansi Peduli Poltek Kembali Lakukan Aksi, Wabup Majene : Bantu Kami Cari Lahan!

MAJENE, TAYANG9- Aliansi Peduli Poltek kembali melakukan aksi jilid ke II bertempat dihalaman kantor Bupati …

HMSS Bersama Polsek Sendana Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

MAJENE, TAYANG9.COM – Himpuana Mahasiswa Satu Sendana (HMSS) bersama Polisi Sektor Sendana kembali menyerahkan bantuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]