Selasa , Agustus 4 2020
Home / BERITA / JPPR : Money Politik dan Hoax Potensi Massif di Pilkada 2020
Koordinator JPPR Sulbar Firdaus Abdullah.(Foto : Istimewa)

JPPR : Money Politik dan Hoax Potensi Massif di Pilkada 2020

Mamuju -Tayang9 – Menjelang Pelaksanaan Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan secara serentak, nampaknya akan diwarnai dengan dua isu besar yakni money politik (politik uang) dan penyebaran hoax.

Menurut Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Sulbar Firdaus Abdullah, persoalan ini akan terus mencuat, apalagi digerakkan oleh kekuatan politik tertentu atau pengusaha, untuk memobilisasi masyarakat dalam rangka memilih calon pemimpin.

“Perlu diperhatikan secara serius, praktik money politik di Pilkada serentak akan semakin massif, serta penyebaran hoax di media sosial yang akan digunakan dalam pilkada 2020,” ucap Firdaus, melalui pres rilisnya, Senin, 06/01/20.

Selain it, ia juga menyampaikan bahwa, hasil pantauan selama pelaksanaan Pemilu 2019 yang lalu, praktik politik uang dan penyebaran hoax cukup besar, sehingga dinilai akan menjadi ancaman bagi Pilkada 2020.

“Money politik dan penyebaran hoax menjadi musuh terbesar dalam demokrasi, moment suksesi pemilihan pemimpin atau kepala daerah adalah isu money politik dan penyebaran hoax semakin massif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap pada elit atau para kelompok politik agar tidak mengabaikan etika berpolitik, meminta penyelenggara Pemilu untuk bekerja profesional.

“Rendahnya sanksi yang diberikan kepada pelaku money politik dan penyebaran hoax, tutup aktivis MCW Sulbar itu.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Program Pamsimas Polman Wajib Menjaga Ketersediaan Sumber Air bagi Masyarakat

POLMAN, TAYANG9 – Bertempat di ruang pola kantor bupati Polewali Mandar, senin (07/07/2020) lalu. Dilaksanakan …

Ikuti Protokol Covid, Fisip Unasman Gelar Yudisium

POLMAN, TAYANG9 – Ditengah pandemik virus Corona atau Covid-19 Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]