Friday , August 23 2019
Home / BERITA / Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat
Ilustrasi Tower Manakarra.

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), serta upaya membangun wajah ibu kota Provinsi Sulawesi Barat sehingga lebih menarik, Pemerintah Kabupaten Mamuju dipastikan tengah menyiapkan salah satu icon baru yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Dengan alokasi dana bertahap dengan dikondisikan pada kemampuan keuangan daerah, rencananya tahun ini akan dimulai pembangunan ruang publik yang merupakan bagian dari landmark Mamuju, dengan bentuk tower dengan tinggi kurang-lebih 70 meter diatas permukaan laut, bangunan yang digadang-gadang akan menjadi salah satu destinasi yang iconic, karena di dalamnya akan memuat berbagai fasilitas kekinian, mulai dari kolam dan air mancur warna-warni, food corner sekaligus ruang usaha pelaku ekonomi, hingga fasilitas olah raga jogging, dan panggung pementasan seni.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Awaluddin Latief mengatakan, jika rencana aktualisasi pembangunan ruang publik yang untuk sementara disebut Manakarra Tower akan dimulai tahun ini, dan telah memasuki tahap perampungan dokumen fisik, sembari menunggu respon dari DPRD soal metode penganggarannya.

“Bangunan yang akan didirikan di area kantor DPRD lama, akan semakin indah dengan tambahan ornament jembatan hias yang menghubungkannya dengan rumah adat Mamuju. Nanti pasti akan sangat cantik dan menjadi tempat rekreasi keluarga, yang tidak kalah dibandingkan yang ada di kota besar lainnya,”ucap Awal saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin, 22/07/19.

Sementara itu di tempat terpisah Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid menjelaskan, bahwa pembangunan Manakarra Tower adalah salah satu upaya Pemda, dalam melakukan stimulasi percepatan pembangunan daerah, karena selain akan menjadi wahana kunjungan masyarakat lokal, bangunan yang diperkirakan melebihi tinggi grand Maleo Hotel yang berada di dekatnya, juga akan menjadi perhatian wisatawan domestik yang datang dari luar daerah, hal tersebut tentu akan mendorong kegiatan ekonomi semakin berakselerasi.

“Hal itu tentu akan mendorong gairah perekonomian kita akan semakin meningkat. Insya Allah kalau sudah jadi kita akan bangga menjadi orang Mamuju, karena daerah kita akan lebih dikenal luas dengan icon baru Manakarra Tower.Jadi doakan agar pembangunannya tidak menemui hambatan,” jelas Habsi.

Lain halnya disampaikan oleh Kahar, salah seorang warga Mamuju, yang mengapresiasi atas rencana Pemkab tersebut, menurutnya langkah pemerintah membangun ruang publik perlu mendapat dukungan, sebab tanpa lompatan-lompatan berani wajah daerah ini tidak akan ada perkembangan.

“Kalau tidak melanggar dan adaji uangnya lebih bagus kalau dibangun supaya ada diliat lagi nanti,” tutur Kahar.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]