Selasa , Agustus 4 2020
Home / BERITA / Hadiri Semiloka Percepatan Perda Hukum Adat, Ini Harapan Wabup Mamuju
Wabup Mamuju saat menerima Ranperda Hukum adat.

Hadiri Semiloka Percepatan Perda Hukum Adat, Ini Harapan Wabup Mamuju

Mamuju -Tayang9 – Wakil Bupati Kabupaten Mamuju, Irwan Pababari, menghadiri pelaksanaan Seminar dan Loka Karya (Semiloka) mendorong percepatan Perda pengakuan hukum masyarakat adat, di Hotel Matos, Mamuju, Kamis, 09/01/20.

Dalam kesempatannya, Irwan Pababari, mengharpkan adanya manfaat yang didapatkan dari kegiatan tersebut, dan bukan hanya untuk para peserta Semiloka, tetapi juga untuk generasi penerus.

“Tentunya selaku pemerintah daerah, mengharapkan seminar yang akan berlangsung akan memberikan manfaat bukan hanya bagi yang hadir hari ini, tetapi bermanfaat untuk generasi anak cucu kita di masa-masa mendatang, bermanfaat untuk Indonesia, bermanfaat untuk Sulawesi Barat, bermanfaat untuk Mamuju tentunya,” ucap Irwan Pababari.

Sementara itu, di tempat yang sama, tenaga ahli Sukri Tamma, mengungkapkan, bahwa tujuan dibuatnya Perda tersebut, agar mendapatkan pengakuan dari Negara.

“Peraturan Daerah dibuat bukan untuk membuat suatu negara dalam Negara, akan tetapi membuat pengakuan negara dalam suatu kerangka negara,” ungkap Sukri Tamma saat menyampaikan materi tentang memahami pengakuan terhadap masyarakat adat dalam kerangka eksistensi negara.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Mamuju, juga menerima secara langsung draf Naskah Akademik dan Ranperda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat yang merupakan usulan Konsorsium Perhutanan Sosial, dan Komunitas Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Mamuju.(HMS/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Program Pamsimas Polman Wajib Menjaga Ketersediaan Sumber Air bagi Masyarakat

POLMAN, TAYANG9 – Bertempat di ruang pola kantor bupati Polewali Mandar, senin (07/07/2020) lalu. Dilaksanakan …

Ikuti Protokol Covid, Fisip Unasman Gelar Yudisium

POLMAN, TAYANG9 – Ditengah pandemik virus Corona atau Covid-19 Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]