Selasa , Agustus 4 2020
Home / BERITA / Hadapi 13 Kursi Petahana, Maemunis : Sutinah Tak Perlu Strategi Khusus
Direktur Logos Politica Maemunis Amin.(Foto : Istimewa)

Hadapi 13 Kursi Petahana, Maemunis : Sutinah Tak Perlu Strategi Khusus

Mamuju -Tayang9 – Pilkada Kabupaten Mamuju, Tahun 2020, diprediksi bakal head to head, antara Bacalon pasangan petahana Habsi Wahid dan Irwan Pababari (Habsi – Irwan), dengan Sutinah Suhardi.

Pasangan Habsi – Irwan, yang saat ini berpotensi besar didukung 13 kursi di parlemen, lantaran diusung oleh koalisi partai NasDem dan Hanura, diperkirakan bakal menyulitkan seluruh penantangnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Logos Politika, Maenunis Amin, mengaku bahwa dengan hadirnya survey dari JSI, justru mempertegas keunggulan Partai Demokrat dari NasDem dan Hanura dari sisi pemilih solidnya.

“Kalau mau lebih menukik ke data survey Pileg 2019 lalu, JSI malah menegaskan keunggulan Demokrat, dibanding Nasdem dan Hanura pada segmen strong suporters, atau pemilih solidnya. Demokrat diangka 19,2% sedangkan Nasdem 12,0% sementara Hanura hanya 2,8%. Jadi, bagi Sutinah 13 kursi Habsi-Irwan, itu biasa-biasa saja. Meski 13 kursi terlihat banyak, tapi kita tidak perlu strategi khusus untuk menghadapi efek pengaruhnya,” ucap Maemunis, melalui press rilisnya, 09/01/20.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa  kontestasi Pikada dan Pemilu Legislatif (Pileg), sangat jauh berbeda mulai dari kondisi hingga pemetaan – pemetaannya.

“Setidaknya ada dua hal yang perlu dicatat. Pertama Pileg dan Pilkada sangat berbeda baik kondisi ataupun pemetaannya. Dalam Pilkada variabelnya jauh lebih komprehensif dibanding Pileg. Pileg hanya berhitung BPP sedangkan Pilkada, hitungannya adalah luasan sebaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Konsultan politik Sutinah itu menuturkan, bahwa pemetaan  kekuatan petahana akan sangat lemah, jika menggunakan atau mengacu pada data perolehan kursi Pileg, 17 April 2019 lalu.

“Variabel Pileg itu continue dan berjenjang serta tidak linear. Pileg itu ada DPRD kabupaten, provinsi dan pusat. Bandingkan misalnya antara NasDem yang unggul suara di kabupaten, tapi Demokrat unggul di Provinsi. Demokrat 40.014 sedangkan Nasdem 26.867 sementara di DPR – RI Demokrat 40.426 dan NasDem hanya 25.557. Itu data DB1 2019 KPU Mamuju loh,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Program Pamsimas Polman Wajib Menjaga Ketersediaan Sumber Air bagi Masyarakat

POLMAN, TAYANG9 – Bertempat di ruang pola kantor bupati Polewali Mandar, senin (07/07/2020) lalu. Dilaksanakan …

Ikuti Protokol Covid, Fisip Unasman Gelar Yudisium

POLMAN, TAYANG9 – Ditengah pandemik virus Corona atau Covid-19 Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]