Friday , August 23 2019
Home / ADVETORIAL / Habsi : Penanganan Musibah Banjir di Sampaga dan Kalumpang Sesuai Protap
Saat personil dari dinas Sosial Kabupaten Mamuju mengevakuasi korban banjir.

Habsi : Penanganan Musibah Banjir di Sampaga dan Kalumpang Sesuai Protap

Mamuju – Tayang9 – Bencana alam banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sampaga dan Kalumpang Kabupaten Mamuju, dipastikan tidak luput dari perhatian Bupati Habsi Wahid.

Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid mengatakan, sampai sejauh ini penanganan pasca banjir di wilayah tersebut, masih sesuai standar Prosedur Tetap (Protap), Meskipun dirinya tengah berada di Djogjakarta, namun ia memastikan bahwa penanganan bencana tersebut tetap berjalan.

“Kita tentu tidak pernah tahu kapan musibah akan datang, sehingga kita tetap melaksanakan agenda yang direncanakan, namun saya pastikan penanganannya (Banjir.Red) masih kita utamakan, dan telah sesuai dengan Protap,” ucap Habsi Wahid.via telpon, Selasa, 30/04/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa keberangkatannya ke kota Gudek bersama beberapa OPD tersebut, dengan agenda Study tata kelola Sistem akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan study kelembagaan KORPRI telah jauh hari diagendakan.

“Dan sayangnya secara bersamaan musibah banjir melanda Kecamatan Papalang dan Kalumpang,” tutupnya.

Sementara itu di hari yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju H.Suaib menuturkan, di hari terjadinya bencana, semua OPD terkait utamanya Dinas Sosial dan BPBD diharuskan segera kembali dan segera melakukan langkah penanganan, dipastikan Suaib keberangkatan beberapa OPD tidak akan memutus mata rantai system pelayanan birokrasi, karena semua pejabat yang menunaikan agenda tugas dinas luar, secara otomatis akan memandatkan tanggung jawabnya kepada pejabat yang ditunjuk di bawahnya.

“Study banding ke Daerah Istimewa Djokjakarta didasarkan pada pertimbangan daerah tersebut, salah satu Lokus dengan pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang telah berhasil mencapai penilaian dengan Great A,bahkan kota pelajar tersebut juga telah mampu meraih predikat pengelolaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK sampai delapan tahun berturut-turut, itulah kenapa kita study kesini,” beber Suaib.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Lutfi Muis mengatakan, bahwa saat ini timnya dibantu aparat kecamatan, dan kepolisian telah melakukan evakuasi warga terdampak banjir, namun tantangannya beberapa warga menolak untuk diungsikan dan memilih untuk bertahan di rumah masing-masing. kondisi ini sangat disayangkan karena dapat berdapak pada keselamatan warga, olehnya itu ia meminta  tim untuk melakukan koordinasi dengan aparat setempat, agar sebisa mungkin jika hujan deras masih berpotensi terjadi semua warga dititik terparah untuk segera di evakuasi.

“Kita harus cepat memberikan penangan namun tidak boleh gegabah,”beber Lutfi.

Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan dinas sosial dibantu aparat desa setempat masih melakukan pendataan warga terdapak banjir, jika telah valid dan dinilai urgen Dinas Sosial akan segera membangun posko dan tenda darurat termasuk pula dapur umum untuk membantu warga.(*)  

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]