Gubernur Sulbar Paparkan Arah Pembangunan Ekonomi Daerah, Tekankan Kemandirian Pangan Lokal

MAMUJU, TAYANG9 — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka memaparkan arah pembangunan ekonomi daerah pada High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat Provinsi Sulbar, Selasa, 10 Maret 2026.
Dalam paparannya, Suhardi Duka menekankan pentingnya memperkuat kemandirian pangan lokal di tengah ancaman krisis pangan global. Menurutnya, perekonomian Sulbar dirancang bergerak ke dua arah sekaligus, yakni menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi kemandirian daerah.
Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kegiatan ekonomi pada sektor strategis seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta pembangunan infrastruktur konektivitas. Selain itu, pemerintah juga mendorong transformasi struktural ekonomi dengan mengurangi ketergantungan terhadap komoditas primer.
“Transformasi ekonomi harus diarahkan pada peningkatan produktivitas, mendorong investasi produktif, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat tata kelola pembangunan daerah,” ujar Suhardi Duka.
Data pemerintah menunjukkan ekonomi Sulbar pada 2025 mengalami pertumbuhan 5,36 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 4,76 persen atau naik sebesar 0,60 persen.
“Pertumbuhan ekonomi kita tumbuh di atas nasional, adalah bukti kerja keras kita bersama yang menandakan roda ekonomi bergerak produktif,” katanya.
Dari sisi kesejahteraan masyarakat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat sebesar 8,02 persen dan meningkat menjadi 9,20 persen pada 2025 atau naik 1,18 persen.
“Pendapatan PDRB per kapita kita tumbuh signifikan 9,20 persen, di atas nasional yang sebesar 6,46 persen. Ini berarti secara umum kapasitas ekonomi masyarakat kita sedang dalam tren menguat,” jelas Suhardi Duka.
Peningkatan juga terlihat pada upah riil pekerja. Pada 2024, upah riil pekerja Sulbar tercatat sebesar 3,19 persen, kemudian melonjak menjadi 10,45 persen pada 2025.
“Kenaikan upah riil menjadi dua digit yakni 10,45 persen menandakan bahwa masyarakat kita memiliki bantalan ekonomi yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, tingkat kemiskinan di Sulbar juga menunjukkan tren penurunan. Pada 2024 angka kemiskinan berada di 10,71 persen dan turun menjadi 10,18 persen pada 2025.
“Penurunan tingkat kemiskinan sebesar 0,61 poin persen atau berkurang sekitar 12.310 jiwa pada 2025, sementara secara nasional hanya turun 0,32 persen,” ungkap Suhardi Duka.
Suhardi Duka menambahkan, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan akan terus diperkuat melalui pemberian insentif produksi serta perluasan pasar, termasuk melalui dukungan program Makan Bergizi Gratis.
Ia optimistis, jika sektor-sektor tersebut bergerak secara masif dan terserap pasar domestik, maka pertumbuhan ekonomi Sulbar pada 2026 berpotensi meningkat lebih tinggi.
“Kita jadikan Idul Fitri kali ini sebagai momentum untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kemandirian pangan lokal di daerah,” tuturnya. (Rls)
sumber: Humas Sulbar




