Thursday , January 23 2020
Home / BERITA / Gelombang Tinggi Menerjang, Warga Somba Mulai Cemas
Salah seorang warga Somba sedang melihat gelombang tinggi yang mulai mengancam rumah miliknya

Gelombang Tinggi Menerjang, Warga Somba Mulai Cemas

MAJENE, TAYANG9 – Hampir sepekan ini cuaca buruk melanda wilayah pesisir Kabupaten Majene, terutama di kecamatan Sendana dan sekitarnya. Angin kencang disertai tinggi gelombang menerjang sampai ke pemukiman membuat warga mulai cemas khususnya yang tinggal di pesisir Somba. Sebab rumah mereka terancam hilang diseret ombak.

Dari pantauan awak redaksi Tayang9.com, Minggu sore (12/1), tinggi ombak mencapai lima meter sehingga air laut masuk kepemukiman warga yang berada di lingkungan Somba Utara, Kecamatan Sendana, Majene.

“Ombak sudah tiga harimi besar disini, kami sekeluarga jadi was-was karena ombaknya sampai masuk di rumah,” ucap Hardi saat ditemui di halaman rumahnya

Meskipun sudah ada tanggul penahan ombak, namun menurut Hardi itu tidak menjamin akan keselamtan rumah yang ditempatinya. Karena tanggul yang berdiri puluhan tahun sudah mulai keropos, dan tinggi bangunan tanggulnya juga cukup rendah sehingga hempasan ombak mudah masuk ke rumah.

“Memang ada tanggul tapi ombaknya juga masuk, kalau terus begini kemungkinan akan roboh. Kemarin lebih besar dari sekarang, sempat barang-barang kami pindahkan jangan sampai air lautnya menghanyutkan rumah kami,” bebernya

Hardi berharap agar pemerintah memberi perhatian atas keselamatan masyarakat terutama rumah-rumah yang diwilayah pesisir seperti yang berada di Somba. Salah satunya membangun tanggul-tanggul yang lebih kuat dan tinggi.

“Semoga pemerintah segera tanggap mengantisipasi agar rumah kami tidak terancam hilang. Setidaknya memperbaiki tanggul yang didepan rumah ini. Sebab ombak besar terjadi setiap tahun,” lanjut Hardi

Rumah salah satu nelayan yang mulai digenangi air laut

Dilokasi yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Patmawati. Ia merasa cemas lantaran rumah yang ditinggalinya pas berada di bibir pantai, sehingga menjadi bulan-bulanan amukan ombak. Padahal bersama suaminya, ia baru tiga tahun mendirikan rumah, takutnya hilang terseret ombak.

“Rumah saya lebih terancam, hempasan ombak pas di tembok belakang rumah. barang-barang sudah kami singkirkan ke rumah tetangga. Karena air laut sudah masuk ke dapur. Apalagi suami saya tidak ada, yang lagi merantau membuat kami semakin kawatir,” ungkap Patmawati Ibu tiga anak itu.

About NASRUL MASSE

Seorang nelayan yang ingin terus menulis kemudian membaca saat di daratan.

Check Also

Aliansi Peduli Poltek Kembali Lakukan Aksi, Wabup Majene : Bantu Kami Cari Lahan!

MAJENE, TAYANG9- Aliansi Peduli Poltek kembali melakukan aksi jilid ke II bertempat dihalaman kantor Bupati …

HMSS Bersama Polsek Sendana Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

MAJENE, TAYANG9.COM – Himpuana Mahasiswa Satu Sendana (HMSS) bersama Polisi Sektor Sendana kembali menyerahkan bantuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]