Selasa , Agustus 4 2020
Home / BERITA / Gelombang Tinggi Menerjang, Warga Somba Mulai Cemas
Salah seorang warga Somba sedang melihat gelombang tinggi yang mulai mengancam rumah miliknya

Gelombang Tinggi Menerjang, Warga Somba Mulai Cemas

MAJENE, TAYANG9 – Hampir sepekan ini cuaca buruk melanda wilayah pesisir Kabupaten Majene, terutama di kecamatan Sendana dan sekitarnya. Angin kencang disertai tinggi gelombang menerjang sampai ke pemukiman membuat warga mulai cemas khususnya yang tinggal di pesisir Somba. Sebab rumah mereka terancam hilang diseret ombak.

Dari pantauan awak redaksi Tayang9.com, Minggu sore (12/1), tinggi ombak mencapai lima meter sehingga air laut masuk kepemukiman warga yang berada di lingkungan Somba Utara, Kecamatan Sendana, Majene.

“Ombak sudah tiga harimi besar disini, kami sekeluarga jadi was-was karena ombaknya sampai masuk di rumah,” ucap Hardi saat ditemui di halaman rumahnya

Meskipun sudah ada tanggul penahan ombak, namun menurut Hardi itu tidak menjamin akan keselamtan rumah yang ditempatinya. Karena tanggul yang berdiri puluhan tahun sudah mulai keropos, dan tinggi bangunan tanggulnya juga cukup rendah sehingga hempasan ombak mudah masuk ke rumah.

“Memang ada tanggul tapi ombaknya juga masuk, kalau terus begini kemungkinan akan roboh. Kemarin lebih besar dari sekarang, sempat barang-barang kami pindahkan jangan sampai air lautnya menghanyutkan rumah kami,” bebernya

Hardi berharap agar pemerintah memberi perhatian atas keselamatan masyarakat terutama rumah-rumah yang diwilayah pesisir seperti yang berada di Somba. Salah satunya membangun tanggul-tanggul yang lebih kuat dan tinggi.

“Semoga pemerintah segera tanggap mengantisipasi agar rumah kami tidak terancam hilang. Setidaknya memperbaiki tanggul yang didepan rumah ini. Sebab ombak besar terjadi setiap tahun,” lanjut Hardi

Rumah salah satu nelayan yang mulai digenangi air laut

Dilokasi yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Patmawati. Ia merasa cemas lantaran rumah yang ditinggalinya pas berada di bibir pantai, sehingga menjadi bulan-bulanan amukan ombak. Padahal bersama suaminya, ia baru tiga tahun mendirikan rumah, takutnya hilang terseret ombak.

“Rumah saya lebih terancam, hempasan ombak pas di tembok belakang rumah. barang-barang sudah kami singkirkan ke rumah tetangga. Karena air laut sudah masuk ke dapur. Apalagi suami saya tidak ada, yang lagi merantau membuat kami semakin kawatir,” ungkap Patmawati Ibu tiga anak itu.

About NASRUL MASSE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Check Also

Program Pamsimas Polman Wajib Menjaga Ketersediaan Sumber Air bagi Masyarakat

POLMAN, TAYANG9 – Bertempat di ruang pola kantor bupati Polewali Mandar, senin (07/07/2020) lalu. Dilaksanakan …

Ikuti Protokol Covid, Fisip Unasman Gelar Yudisium

POLMAN, TAYANG9 – Ditengah pandemik virus Corona atau Covid-19 Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]