FEATURE

Dari Jalan Penghubung hingga Rumah Harapan, TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman Bangun Asa Warga Bulo dan Lenggo

Akses jalan yang mulai terbuka dan rumah layak huni yang dibangun melalui program TMMD menjadi simbol perubahan bagi warga Desa Bulo dan Desa Lenggo.

Di wilayah perbukitan Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, jalan bukan hanya jalur penghubung antarwilayah. Bagi masyarakat Desa Lenggo, jalan adalah nadi kehidupan, akses menuju sekolah, layanan kesehatan, hingga roda perekonomian yang selama bertahun-tahun tersendat akibat kondisi infrastruktur yang terbatas.

Harapan itu perlahan mulai terwujud melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman. Melalui gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat, pembangunan rabat beton sepanjang 500 meter pada jalur penghubung Desa Bulo menuju Desa Lenggo kini terus dikerjakan secara bertahap.

Komandan SSK TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Subarkah, menegaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan untuk memastikan manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.

“Ini hari pertama setelah pembukaan TMMD, dan kami langsung melanjutkan pengerjaan sasaran fisik. Sebelumnya sebagian pekerjaan sudah dimulai pada saat pra-TMMD,” ujar Subarkah.

Menurutnya, kondisi medan yang menantang menjadi pertimbangan dalam strategi pengerjaan di lapangan. Proses pembangunan dimulai dari bagian ujung jalur agar distribusi material dapat dilakukan lebih efektif.

“Kami mulai dari ujung agar distribusi material lebih mudah. Harapannya cuaca mendukung sehingga seluruh proses pengerjaan bisa berjalan lancar dan tepat waktu,” katanya.

Bagi masyarakat Desa Lenggo, pembangunan jalan tersebut memiliki arti yang jauh melampaui pembangunan infrastruktur. Selama bertahun-tahun, jalan yang rusak membuat mobilitas warga sering terhambat. Aktivitas ekonomi menjadi terbatas, akses pendidikan terpengaruh, dan perjalanan menuju fasilitas kesehatan kerap memerlukan perjuangan ekstra.

Tasmin, salah seorang warga Desa Lenggo, mengaku pembangunan jalan tersebut seperti menjawab penantian panjang masyarakat.

“Rasanya seperti mimpi. Sudah bertahun-tahun kami berharap ada perbaikan akses jalan ini. Sekarang, dengan adanya TMMD, jalan menuju desa kami mulai dibenahi,” ujar Tasmin.

Ia menjelaskan bahwa meskipun secara administratif lokasi pembangunan berada di wilayah Desa Bulo, jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat Desa Lenggo menuju ibu kota kecamatan.

“Ini memang wilayah Desa Bulo, tapi ini akses kami masyarakat Desa Lenggo. Kami memahami bahwa pengerjaan dilakukan bertahap. Alhamdulillah, keterisolasian desa kami perlahan mulai terbuka,” ungkapnya.

Jika pembangunan jalan menjadi pintu terbukanya akses wilayah, TMMD juga menghadirkan perubahan nyata pada kehidupan keluarga masyarakat. Di Dusun Batu Menganga, Desa Bulo, program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menghadirkan harapan baru bagi Ahmad (38), seorang buruh tani yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Rumah sederhana yang ditempati Ahmad sebelumnya berdinding lapuk, berlantaikan tanah, serta memiliki struktur bangunan yang rapuh. Kondisi tersebut membuat rumahnya dinilai tidak lagi layak huni dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya.

Melalui program RTLH yang menjadi salah satu sasaran tambahan TMMD, rumah Ahmad kini mulai direhabilitasi.

Wakil Komandan Satgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Ahmad Yani, mengatakan program RTLH merupakan bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang diintegrasikan dalam kegiatan TMMD.

“Melihat kondisinya, rumah ini memang sudah tidak layak huni. Karena itu kami perbaiki agar lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” ujar Ahmad Yani.

Ia menambahkan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur jalan, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan hunian yang layak.

Bagi Ahmad, bantuan tersebut menjadi berkah yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dengan penghasilan sebagai buruh tani yang terbatas, memperbaiki rumah selama ini hanya menjadi harapan yang terus tertunda.

“Alhamdulillah, sejak ada TMMD rumah kami mulai diperbaiki. Ini seperti rumah impian kami yang pelan-pelan jadi kenyataan,” ungkap Ahmad.

Ia mengaku selama ini penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta pendidikan anaknya, sehingga perbaikan rumah belum pernah menjadi prioritas yang mampu diwujudkan.

Pelaksanaan TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman dijadwalkan berlangsung selama satu bulan dengan berbagai sasaran fisik dan nonfisik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Bukan hanya pembangunan fisik, TMMD menghadirkan ruang kebersamaan antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Gotong royong yang terbangun tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menumbuhkan optimisme baru bagi warga yang selama ini hidup dengan keterbatasan akses.

Bagi masyarakat Desa Bulo dan Desa Lenggo, jalan yang mulai terbuka dan rumah yang kembali berdiri menjadi simbol perubahan. Dari sana, harapan baru tumbuh, tentang kehidupan yang lebih layak, akses yang semakin dekat, dan masa depan yang perlahan mulai mereka bangun bersama.

ANDI BASO IAN

Santri Kehidupan yang Sedang Belajar Menulis

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: