GAGASANOPINI

Dari Zona Merah ke Zona Aman: Misi Bersama Sulawesi Barat Lawan Narkoba

DARURAT Narkoba di Sulawesi Barat ini menyoroti betapa seriusnya permasalahan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba yang kini melanda enam kabupaten di provinsi tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan laporan dari Yayasan Gugus Anti Narkotika Nusantara (DPD YGANN) Sulawesi Barat, Polewali Mandar telah masuk dalam kategori zona merah, menandakan tingkat kerawanan yang sangat tinggi (BNN Sulawesi Barat, 2023; DPD YGANN, 2024).

Kondisi ini memerlukan perhatian dan aksi terstruktur serta kolaboratif yang bersifat lintas kabupaten. Penanganan Narkoba tidak bisa hanya bersifat reaktif, melainkan harus dilakukan dengan pendekatan proaktif yang menyentuh akar masalah. Edukasi sejak dini, penguatan karakter pada generasi muda, serta penegakan hukum yang tegas tetapi humanis menjadi strategi utama (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2023).

Melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti sekolah, keluarga, tokoh agama, dan pemerintah desa penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang bersih dari narkotika (Yayasan Gugus Anti Narkotika Nusantara, 2024).

Dalam konteks ini, keberadaan Yayasan Gugus Anti Narkotika Nusantara (DPD YGANN) Sulawesi Barat menjadi sangat strategis. Dengan capaian jangkauan yang luas mencakup seluruh kabupaten, YGANN dapat menjalankan program sosial, edukatif, dan kolaboratif yang difokuskan pada pencegahan berbasis masyarakat.

Khususnya di Polewali Mandar, program ini diperkuat dengan penyuluhan intensif di berbagai komunitas dan institusi pendidikan (DPD YGANN Sulawesi Barat, 2024, DPD YGANN Sulawesi Barat 2025).

Setiap kabupaten di Sulawesi Barat memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda terkait penyalahgunaan narkoba, namun permasalahan narkotika tetap menjadi musuh bersama.

Oleh karena itu, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan ini. Pencegahan skala provinsi bukan hanya menjadi seruan moral, tetapi merupakan kebutuhan mendesak agar Sulawesi Barat tidak kehilangan generasi mudanya akibat dampak buruk narkoba (BNN, 2023).

Sudah saatnya seluruh masyarakat Sulawesi Barat bersatu dan bergerak bersama untuk menegaskan sikap tegas dalam memerangi narkoba dengan semboyan: “Narkoba, Lawan Sekarang Juga!”

Reference

  1. https://titiksulbar.com/kasus-narkoba-di-sulbar-mengalami-penurunan-dari-tahun-2023-ke-2024-tapi-barang-bukti-meningkat/
  2. https://kesbangpol.sulbarprov.go.id/perkembangan-situasi-wilayah/kondisi-kerawanan-peredaran-gelap-narkoba-di-sulawesi-barat/
  3. https://www.antaranews.com/berita/3330939/bnn-sulbar-asesmen-240-orang-pelaku-penyalahgunaan-narkoba
  4. https://puslitdatin.bnn.go.id/konten/unggahan/2024/03/Hasil-Surnas-Lahgun-Narkoba-2023.pdf
  5. https://www.mediasuaranegeri.com/2024/08/09/dpd-gann-sulbar-menggelar-rapat-pembentukan-kepengurusan/
  6. https://www.tayang9.com/melalui-musprov-ii-ketua-dpd-gyann-bergerak-dari-mawardi-ke-duhri/

ABDUL ASIS

Selain aktif menulis dan membaca, juga gandrung traveling dan konsern pada issu-issu alam dan lingkungan juga kemasyarakatan. Kini terdaftar dan aktif sebagai akademisi yang berstatus dosen di Universitas Al Asyariah Mandar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: