Friday , February 28 2020
Home / BERITA / Tingkatkan PAD, Pemkab Mamuju Berlakukan M-POS
Bupati Mamuju Habsi Wahid saat saat meninjau sistem kerja M-POS.(Foto :HMS)

Tingkatkan PAD, Pemkab Mamuju Berlakukan M-POS

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan atas adanya rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, resmi menerapkan Mobile Payment Online Sistem atau M-POS, yang ditujukan pada wajib pungut atau wajib pajak.

Tujuan diberlakukannya alat dibawah pengawasan dan pendampingan KPK tersebut, untuk menghindari adanya pelaku usaha yang tidak menyetor pajak konsumen, karena M-POS  bekerja terhubung langsung dengan perangkat komputer pada kasir, sehingga jumlah pajak yang dibayar oleh konsumen ke pelaku usaha akan terekam.Jadi jumlah pajak yang akan menjadi milik kas daerah dapat langsung diketahui.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Mamuju Habsi Wahid mengaku mendapatkan hasil yang sangat menggembirakan, karena disatu titik pelaku usaha yang biasanya hanya menyetor Rp.500,000, namun dengan adanya M-POS setoran bisa mencapai Rp.2000,000. Sehingga ia berharap seluruh pihak khsususnya pemilk usaha tempat hiburan dan perhotelan, nantinya dapat bekerja sama dalam mendukung peningkatan PAD.

“Kalau semua titik-titik PAD baik itu rumah makan, tempat hiburan dan perhotelan dipasangi alat ini, saya yakin PAD kita bisa meningkat dari 70 miliyar mencapai 200 miliyar lebih. Yang sangat dibutuhkan adalah bagaimana para pelaku ekonomi ini mau bekerjasama. Juga bagaimana instansi terkait memberi edukasi terkait peraturan pungutan pajak tersebut secara merata, mungkin bisa dilakukan berkala sehingga ini tersosialisasi dengan baik,” ucap Habsi saat meninjau sistem kerja M-POS, di salah satu Rumah Makan, di Mamuju, Rabu, 21/08/19.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Bank Sulselbar Arifuddin Haruna, mengaku telah berkomitmen mendukung penuh jurus baru pemerintah Kabupaten Mamuju dalam meningkatkan capaian PAD. dan Terkait pengadaan alat M-POS, ia  mengaku tidak akan membatasi jumlahnya.

“Karena Mamuju merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, juga Mamuju sebagai pilot project di Sulbar, dalam peningkatan capaian PAD,” ungkap Arifuddin.

Lain halnya pernyataan dari Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Daerah, Bapenda Mamuju, A. Tasyrief Akbar, yang mengakui jika M-POS saat ini telah terpasang di 30 titik wajib pajak.

“Adapun target pemasangan, di Kabupaten Mamuju sebanyak 200 unit,”  tutupnya. (HMS DHL/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Hari Ini, Aksi Solidaritas Atas Insiden Penganiayaan Warga Polman di Papua Akan Digelar

POLMAN, TAYANG9 — Rencananya ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi solidaritas dan …

KNPI Polman Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Penganiayaan Warga Polman di Papua

POLMAN, TAYANG9 –  Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Polewali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]