Satgas TMMD Kodim 1402/Polman Bantu Pedagang Ikan Lintasi Sungai
Aksi spontan satgas membantu pedagang melintasi sungai menjadi wujud gotong royong dan kemanunggalan TNI–Rakyat di lokasi TMMD.

POLMAN, TAYANG9 — Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1402/Polman membantu seorang pedagang ikan menyeberangkan sepeda motornya melintasi sungai di jalur menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (26/2/2026). Aksi spontan tersebut terjadi di tengah pengerjaan pembangunan jalan yang selama ini menjadi akses utama warga dalam mendistribusikan kebutuhan pangan ke wilayah tersebut.
Sejumlah prajurit tampak bergotong royong mengangkat dan menuntun sepeda motor milik salah satu pedagang yang memasok kebutuhan pangan masyarakat setempat.
Pedagang tersebut setiap hari menempuh jalur ekstrem sejauh kurang lebih 12 kilometer demi mengantarkan ikan, daging, dan berbagai kebutuhan rumah tangga bagi warga Lenggo.
Kepala Dusun Tanete, Desa Lenggo, Mahmud, mengatakan akses yang sulit selama ini menjadi tantangan utama bagi pedagang maupun masyarakat.
“Salah satu pedagang yang suplai ikan dan kebutuhan rumah tangga memang menggunakan sepeda motor. Jalurnya cukup ekstrem, sekitar 12 kilometer. Sekarang yang sedang dikerjakan baru sekitar 6 kilometer, sisanya masih cukup sulit dilalui,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan pedagang tersebut sangat penting bagi warga karena menjadi sumber pemenuhan gizi masyarakat, terutama di wilayah yang masih terbatas aksesnya.
Aksi spontan anggota Satgas TMMD membantu menyeberangkan motor di sungai itu menjadi gambaran nyata kondisi lapangan yang masih dihadapi warga setiap hari. Di lokasi yang sama, pembangunan jalan rabat beton terus dikebut agar mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok semakin lancar.
Program TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan bagi masyarakat Desa Lenggo agar akses ekonomi dan sosial mereka semakin terbuka.
Di balik derasnya arus sungai dan medan berbatu, semangat gotong royong antara satgas dan warga menjadi kekuatan utama untuk membuka keterisolasian yang selama ini dirasakan masyarakat.(*)




