Tuesday , July 23 2019
Home / BERITA / Program Kotaku di Lingkungan Kampung Baru Ditargetkan Rampung Bulan Ini
Jalan rabat beton yang berada dilingkungan kampung baru, Kelurahan Manding.

Program Kotaku di Lingkungan Kampung Baru Ditargetkan Rampung Bulan Ini

Polewali – Tayang9 – Pembangunan jalan di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, yang dilaksanakan oleh KSM Karya Bersama kini telah memasuki  proses penyelesaian.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, dalam program Kotaku tersebut didalamnya terdapat beberapa jenis pekerjaan diantaranya Drainase Lingkungan terbuka (299 M) , MCK (6 unit), Sumur Bor 5 unit, drainase tertutup (287 M), dengan total anggaran Rp. 518.239.000, yang bersumber dari BPM RP.472. 617.000, swadaya masyarakat Rp.45.622.000,

Koordinator KSM Karya Bersama Supriadi mengatakan bahwa pengerjaan jalan rabat beton, yang bersumber dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang menelan anggaran sebesar Rp.619.523.000 itu, ditargetkan selesai di Bulan Juli ini.

“Targetnya insya Allah bulan ini, meskipun anggarannya belum semua keluar, tapi kita upayakan rampung semua. Kemarin kita berhitung banyak kesisahan tapi kita kasih full, untuk membangun daerah kita,” ucap Supriadi saat dikonfirmasi di Polewali, Kamis, 12/07/19.

Selain itu ia juga mengungkapkan, jika dalam proses pembangunan jalan rabat beton yang mulai dikerjakan pada bulan Mei 2019 lalu, pihaknya tidak pernah berfikir untuk meraut keuntungan besar.

“Kalau teman-teman KSM itu mau meraup untung,untungnya itu lebih banyak, tapi kita tidak berpikir untung disini, tapi kita berfikir bagaimana membangun daerah kita sendiri.Karena semu pengelola, bahkan tukangnya itu orang disini, kita manfaatkan semua sumber daya disini,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan jika dalam proses pembangunan tersebut, pihaknya juga dibantu dan diawasi langsung oleh beberapa orang perwakilan dari pemerintah kelurahan, dan juga bantuan swadaya dari PT.Batistuta, sehingga dalam pengerjaannya KSM selaku pelaksana merasa sangat terbantu.

“Termasuk kan ada beberapa simpatisan dari kelurahan, sekaligus mereka sebagai pengawas program, jadi beberapa yang tidak ada itu menjadi ada, seperti kan kemari itu awalnya perintisan itu kan ada alatnya PT. Batistuta, masuk kesini, kemudian beberapa timbunan dari Batistuta, terus juga ada tambahan dari peping itu, yang tadinya lebarnya di gambar 220 panjangnya 150, itu menjadi 3 meter lebarnya, disitu ada bantuan dari PT. Batistuta, termasuk dari teman-teman KSM juga yang swadayakan,” tutupnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kasi Ekonomi Kelurahan Manding Muhammad Idris selaku pengawas program dari unsur pemerintah, mengatakan jika pihaknya telah meyakini dalam proses pelaksanaan program tersebut telah seusai spesifikasi yang ada, meski sebelumnya pihaknya sempat melakukan pembongkaran terhadap bangunan MCK.

“Insya Allah, kan tidak pernah mi na tinggalkan pengawasnya kemarin, Bagaimana itu dari anu barangkali tukang kemarin kurangnya bahan, kurang anu mi to tidak bertanya, tapi Alhamdulillah sudah dibongkar disuruh ganti kemarin,” ucap Muhammad Idris.

Selain itu ia juga menambahkan bahwa, dalam proses pengerjaan program Kotaku itu,  khsususnya pada pembangunan infrastruktur jalan, terdapat keterlibatan PT.Batistuta yang bersifat swadaya.

“Kalau ini jalan dari pedulinya Pak lurah ke masyarakat, sehingga dia buka swadaya dari PT. Batistuta, dengan ini jalanan yang dibawa dari 2 meter 20, dijadikan 3 meter, karena disitumi dari ke pedulinya ke masyarakat,” tutupnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang …

Diduga Pecat Aparatnya Secara Sepihak, 4 Kades di Campalagian Dilaporkan ke Ombudsman

Polewali – Tayang9 – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]