Friday , August 23 2019
Home / BERITA / Penentuan Ketua DPRD Sulbar, Amalia :Kita Berikan Keputusan Itu ke DPD dan DPP
Ketua DPRD Sulawesi Barat Amalia Fitri Aras. (Foto :FM)

Penentuan Ketua DPRD Sulbar, Amalia :Kita Berikan Keputusan Itu ke DPD dan DPP

Mamuju – Tayang9 – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Amalia Aras, mengaku telah menyerahkan sepenuhnya pada internal Partai, terkait keberlanjutannya untuk mengisi kursi ketua dilembaga Legislatif, pada periode Tahun 2019 – 2024 mendatang.

Menurut Amalia, meski berhasil mendulang suara pribadi tertinggi dengan jumlah 22,622 suara pada Pemilu 17 April 2019 lalu di Dapil Kabupaten Mamuju Tengah, namun untuk penentuan posisi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat nantinya, hal tersebut ia serahkan sepenuhnya ke Internal Partai Demokrat.

“Masalah pimpinan, kita berikan keputusan itu kepada DPD dan Kepada DPP yang memutuskan sama sekali,” ucap Amalia saat dikonfirmasi awak media di Kantornya, Senin 13/05/19. malam.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa menyangkut loyalitasnya ke partai, ia menilai hal tersebut tidak perlu lagi diragukan, karena hal itu telah ia buktikan sendiri dengan pencapaian hasil kinerjanya.

“Kalau saya ditanya masalah loyalitas saya, loyalitas sudah saya buktikan bahwa 22,622 suara saya. Itu berkat doa, dan bantuan dari berbagai pihak yang ada di Mamuju Tengah.Jadi semua bekerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, putri kandung dari Bupati Kabupaten Mamuju Tengah Aras Tammauni itu juga memberka, bahwa ia secara personal selalu menghimbau pada keluarga dan masyarakat di Dapilnya, untuk tidak berbangga diri atas pencapaian itu.

“Saya selalu menekankan sama keluarga, dan masyarakat Mamuju Tengah, bahwa keberhasilan saya tidak ada yang boleh bertepuk dada. Semua membantu saya, dan mendoakan saya,” bebernya.

Ia juga menuturkan, bahwa secara personal sampai saat ini dirinya belum membangun komunikasi ke Internal partai, lantaran ia membiarkan pengurus DPD untuk menilai seluruh Caleg DPRD Sulawesi Barat yang terpilih, khsususnya yang menyangkut elektabilitas dan loyalitasnya.

“Sampai hari ini belum, kita biarkan DPD menilai bagaimana dari 9 anggota ini yang terpilih melihat elektabilitasnya, melihat loyalitasnya. Jadi kita biarkan DPD kemudian DPP memutuskan,” tutupnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]