BERITASTRAIGHT NEWS

Manfaatkan Teknologi, Cara Habsi Pantau Kinerja OPD dan Kondisi Masyarakatnya

Mamuju – Tayang9 – Salah satu grup WhatsApp pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, dikejutkan dengan adanya postingan foto Dua orang bayi kembar penderita gizi buruk, yang diuanggah sendiri oleh Bupati Mamuju Habsi Wahid.

Dalam postingannya itu, Bupati Habsi Wahid menuliskan satu pesan singkat bernada perintah, agar OPD terkait memantau langsung keberadaan bayi kembar itu, dan sekaligus dilakukan langkah penindakan yang nyata.

Menurut Habsi Wahid, bahwa dirinya sengaja meneruskan gambar yang diperolehnya dari masyarakat pada OPD teknis tersebut, untuk memotivasi agar segera dilakukan langkah nyata.

“Sekarang jamannya sudah berubah, kemajuan teknologi informasi semakin cepat, jadi kita harus manfaatkan kemajuan itu untuk dapat melihat kondisi masyarakat. Tentu pula kita harus dapat memilah mana yang harus menunggu, dan mana yang sifatnya darurat dan harus segera ditindak lanjuti,” ungkap Habsi via telepon, Rabu, 04/09/19.

Mengetahui adanya hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Firmon bersama jajarannya, langsung mengambil langkah konkrit terhadap kedua bayi kembar yang menderita gizi buruk itu.

Menurut Firmon, ana kembar itu bernama Fauzan dan Fauzin, usia 3 bulan, yang lahir dari pasangan Ahmad dan Suryani, berdomisili di desa Botteng,

“Dari informasi yang di himpun luputnya sikembar tersebut dari pantauan petugas kesehatan, disebabkan kedua orang tuanya sebenarnya adalah warga papalang, yang baru beberapa waktu ini pindah ke Ganno Desa Botteng, hal itu pula menyebabkan keluarga tersebut belum memiliki jaminan kesehatan BPJS, akibat belum adanya rujukan pindah domisili,” kata Firmon.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa sebagai langkah awal penangana atas kondisi bayi itu, Fauzan dan Faizin akan ditangani langsung oleh dokter ahli.

“Untuk langkah awal Fauzan, dan Fauzin akan segera mendapat perawatan dari Dokter spesialis. Selanjunya akan dilakukan pemantauan perkembangannya, oleh petugas kesehatan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sebagai bentuk tanggung jawab Pemkab Mamuju terhadap keberadaan Fauzan dan Fauzin, beberapa OPD juga telah mengunjungi kediaman bayi malang itu, diantaranya Dinas ketahanan pangan yang memberi bantuan sembako sekaligus mengevaluasi persoalan pangan keluarga, sementara itu Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga bertandang dan membawa bantuan, tidak ketinggalan Tim penggerak PKK juga terpanggil atas kondisi sosial tersebut, hal lain Dinsos akan segera turun untuk melakukan kroscek atas jaminan sosial keluarga si kembar.(*/FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button