Selasa , April 7 2020
Home / BERITA / Mahasiswa Unsulbar Kuliah Lapangan Kepemiluan di Bawaslu Polman
Saifuddin, Ketua Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar tampak tengah berjabat tangan dan memberikan cinderamata kepada Muhtadin Al Atas, Dosen Fakultas Hukum Unsulbar di acara kuliah lapangan Fakultas Hukum Unsulbar, 16 Maret 2020

Mahasiswa Unsulbar Kuliah Lapangan Kepemiluan di Bawaslu Polman

POLMAN, TAYANG9 – Kurang lebih sepuluh orang Mahasiswa fakultas hukum Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan kuliah lapangan di Kantor Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar, Senin 16 Maret 2020.

Kehadiran mahasiswa Unsulbar itu diterima langsung Saifuddin, Ketua Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar bersama Arham Syah Anggota sekaligus koordinator divisi penanganan pelanggaran Bawaslu Polman. Dalam kuliah lapang itu, terungkap betapa pentingnya penguatan pemahaman kepada mahasiswa diseputar pemahaman tentang sistem pengawasan.

“Kami sangat berterima kasih kepada para dosen dan teman-teman mahasiswa yang telah memilih kami Bawaslu Polman sebagai wadah untuk mendiskusikan soal-soal pengawasan dan kepemiluan secara umum. Kami menaruh harapan banyak melalui kuliah lapangan seperti ini menjadi momentum untuk sama mendiskusikan kepemiluan dan demokrasi dalam kerangka yang lebih besar,” tutur Saifuddin.



Senada dengan itu, Arham Syah juga mengaku berterima kasih dan bahkan mengaku siap untuk mengawal diskusi dan kajian di luar kantor Bawaslu Polman. Termasuk diskusi lanjutan di kampus Unsulbar jika dibutuhkan.

“Iya kami siap dan sangat terbuka untuk merespon Unsulbar beserta kalangan akademisi atau kampus lainnya. Dan bisa nanti diskusi-diskusi ke depan kami siap turun ke Unsulbar, jika diundang dan diharapkan hadir. Nah, khusus Unsulbar, kami memberikan respon dan apresiasi kami, karena di Unsulbar telah ada konsentrasi mata kajian pidana pemilu dan menjadi bahagian dari mata kajian hukum pemilu. Intinya, saya mau tekankan kami di Bawaslu Polman, sangat terbuka untuk menjadi wadah bersama untuk melakukan kajian-kajian tentang kepemiluan,” urai Arham Syah.

Sementara itu, Muhtadin Al Atas, Dosen pendamping mahasiswa Fakultas Hukum Unsulbar dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Bawaslu Polman yang telah mempasilitasi kegiatan kuliah lapang mahasiswa bimbingannya.

“Kami berterima kasih kepada Bawaslu Polman, harapan kami ruang-ruang kerjasama ke depan akan lebih terbuka, utamanya dalam kaitannya dengan pengembangan pengetahuan dan pemahaman di seputar kepemiluan dan lebih khusus tentang pengawasan kepemiluan,” beber Muhtadin.



Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam kurang lebih itu, sejumlah mahasiswa juga banyak mempertajam pemahamannnya di seputar tindak pidana pemilu dan yang terkait dengan musyawarah sengketa. Termasuk apakah Bawaslu itu dalam kelembagaan ketatanegaraan masuk kategori eksekutif atau legislatif ataukah yudikatif.

Yang menarik, mahasiswa Unsulbar lebih banyak bicara diseputar teori kepemiluan dan demokrasi dan ketua serta pimpinan Bawaslu Polman lebih banyak bicara dalam tataran implementatif sehingga nyata terbaca, pertautan antara teori dan implementasinya dalam pengawasan kepemiluan. [**]

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

DPD II Golkar Polman Sepakat Tak Beri Dukungan Kepada Kandidat di Musda, Begini Alasannya,

POLMAN, TAYANG9 – Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Sulwesi Barat yang sedianya akan digelar …

Akibat Langka dan Mahal, Pemuda Galeso Buat Antiseptik Ramah Lingkungan

Polman, Tayang9 – Kelangkaan antiseptik saat ini membuat sekelompok pemuda di Desa galeso Kecamatan Wonomulyo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]