Minggu , Juni 7 2020
Home / BERITA / Korban Tenggelam di Sungai Mapilli Ditemukan Meninggal Dunia

Korban Tenggelam di Sungai Mapilli Ditemukan Meninggal Dunia

POLMAN, TAYANG9 – Upaya pencarian korban tenggelam selama tiga hari yang dilakukan tim SAR gabungan di Sungai  Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar akhirnya membuahkan hasil.

Fandi Ahmad (24), ayah empat orang anak warga Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar ditemukan dalam keadaan meninggal dunia minggu siang pukul 11.20 Wita, Ahad, 12 April 2020.

Kepala Basarnas Mamuju, Djunaidi mengatakan, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada jarak 300 meter dari lokasi kejadian.

“Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar 300 Meter dari lokasi korban melompat kesungai,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, korban dievakuasi menggunakan alat pelindung diri (APD) menggingat maraknya wabah covid 19 dan langsung di serahkan ke pihak keluarga.



Adapun kronologi korban melompat ke sungai menurut Babinsa Koramil 140202 Wonomulyo 2 Abdul Gaffar pada Jumat sore, 10 April.

“Korban melompat ke sungai pada Jumat sore, dan saat itu korban langsung hilang, selanjutnya kami langsung mengubungi tim SAR untuk melakukan pencarian korban,” ucapnya.

About RAHMAYANI

Lahir dari keluarga petani di Padang Rura dan kini memilih hidup sebagai pembelajar sekaligus jurnalis yang aktiv mengelola rumah baca Sapo Baca Todakka di Manding

Check Also

Satu Nyawa Tak Tertolong, RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]