Tuesday , June 25 2019
Home / ADVETORIAL / Gaji PTT di Pemkab Mamuju Selama 4 Bulan Akan Segera Dibayarkan
Bupati Mamuju Habsi Wahid didampingi Wakilnya Irwan SP. Pababari saat gelaran press confrence.

Gaji PTT di Pemkab Mamuju Selama 4 Bulan Akan Segera Dibayarkan

Mamuju – Tayang9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, memastikan akan membayarkan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR), bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Menurut Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid, bahwa SK untuk gaji PTT, telah hampir rampung dan telah ditandatangani beberapa waktu lalu.

“Dan insya Allah, mereka akan di bayarkan gajinya mulai dari Januari sampai dengan April, sampai dengan empat bulan,” ucap Habsi saat gelaran press confrence jelang lebaran, di Kantor Bupati Mamuju, Kamis, 23/05/19.

Selain itu ia juga menambahkan, pihaknya juga telah mengesahkan Peraturan Bupati (Perbup) nya, ha itu dilakukan karena diawal hal itu terbentur pada regulasi, yang mengharuskan pemberian THR harus melalui Perda.

“Ternyata setelah kita mencoba mempertanyakan, pada tingkat yang mengeluarkan kebijakan itu, dilakukanlah revisi pasal didalam Peraturan Pemerintah, sehingga akhirnya menjadi peraturan Bupati, dan sudah saya teken juga,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa rencananya pemberian THR pada Aparatur Sipil Negara (ASN), rencananya akan disalurkan sebelum memasuki masa cuti bersama.

“Dan insya Allah, sebelum libur ini juga THR sudah dibayarkan kepada ASN,” tutupnya.(FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Bawaslu Polman Gelar Raker Penyusunan Laporan Keuangan

TAYANG9-Penyelenggara pengawasan perlu membangun komitmen dalam bekerja, utamanya terkait semua tahapan Pileg dan Pilpres yang …

Soal Pergantian GTT di Mamuju, Kadisdikpora : Kita Mau yang Disiplin

Mamuju – Tayang9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]