Tuesday , October 15 2019
Home / ADVETORIAL / Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Gubernur Cup I Sulbar Dinilai Sukses
Kicau mania asal Palopo Israruddin (tengah), saat bersama Gubernur Sulbar Alibaal Masdar, dan inisiator pelaksana kegiatan Muhammad Arsyad.(Foto : FM)

Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Gubernur Cup I Sulbar Dinilai Sukses

Mamuju – Tayang9 – Pelaksanaan festival dan kompetisi burung berkicau, yang memperebutkan piala Gubernur Cup I Provinsi Sulawesi Barat, mendapat apresiasi penuh dari kicau mania asal Kabupaten Palopo.

Menurut Israruddin, pelaksanaan festival dan kompetisi burung berkicau Gubernur Cup I Provinsi Sulawesi Barat yang dipelopori oleh Muhammad Arsyad itu, merupakan event yang dinilai cukup luar biasa.

“Ini kompetisi yang luar biasa menurut kami, karena kami jauh – jauh dari palopo hanya untuk mengikuti kegiatan ini, dan ini kami anggap sudah luar biasa, sukses,” ucap Israruddin, saat dikonfiramsi, Minggu, 08/09/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa selain karena ajang kompetisi tujuan utamanya mengikuti event tersebut, karena atas adanya semangat untuk membangun silaturami sesama kicau mania, khususnya yang ada di Provinsi Sulawesi Barat.

“Motivasinya kami sebagai kicau mania, kami hanya menjalin silaturrahim sama teman – teman yang ada di Sulawesi Barat umumya, dan teman – teman yang ada di Sulawesi Selatan,karena saya lihat disini ada dari Palu, Kendari, ada juga dari Makassar,” tutupnya.(FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ketua DPRD Sulbar Ajak Masyarakat Tolak Radikal dan Terorisme

Mamuju -Tayang9 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat Suraidah Suhardi, menghadiri …

Wiranto Ditikam, MUI Sulbar : Itu Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi peristiwa penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto, yang terjadi beberapa waktu lalu, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]