Friday , February 28 2020
Home / ADVETORIAL / Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Gubernur Cup I Sulbar Dinilai Sukses
Kicau mania asal Palopo Israruddin (tengah), saat bersama Gubernur Sulbar Alibaal Masdar, dan inisiator pelaksana kegiatan Muhammad Arsyad.(Foto : FM)

Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Gubernur Cup I Sulbar Dinilai Sukses

Mamuju – Tayang9 – Pelaksanaan festival dan kompetisi burung berkicau, yang memperebutkan piala Gubernur Cup I Provinsi Sulawesi Barat, mendapat apresiasi penuh dari kicau mania asal Kabupaten Palopo.

Menurut Israruddin, pelaksanaan festival dan kompetisi burung berkicau Gubernur Cup I Provinsi Sulawesi Barat yang dipelopori oleh Muhammad Arsyad itu, merupakan event yang dinilai cukup luar biasa.

“Ini kompetisi yang luar biasa menurut kami, karena kami jauh – jauh dari palopo hanya untuk mengikuti kegiatan ini, dan ini kami anggap sudah luar biasa, sukses,” ucap Israruddin, saat dikonfiramsi, Minggu, 08/09/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa selain karena ajang kompetisi tujuan utamanya mengikuti event tersebut, karena atas adanya semangat untuk membangun silaturami sesama kicau mania, khususnya yang ada di Provinsi Sulawesi Barat.

“Motivasinya kami sebagai kicau mania, kami hanya menjalin silaturrahim sama teman – teman yang ada di Sulawesi Barat umumya, dan teman – teman yang ada di Sulawesi Selatan,karena saya lihat disini ada dari Palu, Kendari, ada juga dari Makassar,” tutupnya.(FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Bawaslu Polman Respon Hasil Putusan MK, Melalui Sosialisasi Pemilu Partisipatif

POLMAN, TAYANG9 – Putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pilpres yang akan digelar serentak dengan Pemilihan DPR dan …

Andi Ruskati Kunjungi Konstituen, Sejumlah Agenda Sudah Disiapkan

POLMAN, TAYANG9 – Sebagai wakil rakyat yang duduk di DPR RI, Andi Ruskati Ali Baal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]