BERITASTRAIGHT NEWS

Dinilai Rugikan Masayarakat Polman, AMP Tolak Impor Pangan

Muhammad Arief, salah satu massa aksi saat orasi didepan gedung DPRD Polman menyampaikan
tuntutannya yang menolak adanya  impor pangan

Tayang9.com, Polmna- Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Polman (AMP) kembali menggelar aksi didepan kantor DPRD Polman, Senin (22/1). Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang melakukan impor beras. Sehingga dianggapnya merugikan masyarakat Polman secara khususnya.

Kehadiran Massa aksi AMP yang di koodinatori oleh Suaib, di terima langsung oleh ketua DPRD kabupaten Polewali Mandar, Fahrududdin Wahid dan anggota komisi empat Said Sidar.

“Aksi penolakan impor pangan ini, otomatis akan merugikan masyarakat Polewali mandar, karena harga gabah itu otomatis akan turun,” ucap Suaib selaku koordinator aksi di kantor DPRD Polman.

Suaib juga menambahkan, dengan di berlakukannya impor beras dari negara Thailand dan vietnam sebanyak sebanyak 500.000 ton pada akhir bulan Januari mendatang, dianggapnya bukan jumlah yang sedikit.

“Harapan kami untuk pemerintah kabupaten Polewali Mandar dan DPRD untuk betul-betul mengkaji ini persoalan issu yang berkembang di nasional akan berimbas ke lokal,” tutupnya.

Sementara itu ditempat yang sama ketua DPRD kabupaten polewali Mandar, mengaku sangat mengapresiasi dengan kehadiran puluhan mahasiswa di kantornya

“Saya kira tercukupi ketersediaan panen tersebut Saya kira cukup bisa menjadi memenuhi kebutuhan rakyat polewali mandar,” ucap Fariduddin Wahid ketua DPRD kabupaten Polewali Mandar, usai berdialog dengan massa aksi.

Untuk menindak lanjuti tuntutan dari mahasiswa, Fariruddin berjanji bahwa pihaknya akan segera melakukan rapat dengar pendapat dengan beberapa jajaran komisi DPRD Polman.

“Nanti kami rekomendasikan kepada Komisi 2 dan Komisi 4 untuk melakukan rapat dengar pendapat bersama dan juga mengundang Bulog beserta dengan Dinas Pertanian untuk kita,” tutup Farid.

NASRUL MASSE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button