Friday , February 28 2020
Home / BERITA / Diduga Melakukan Penghinaan, Polisi Tetapkan Anggota DPRD Tepilih Majene HS Sebagai Tersangka
Foto saat masyarakat Majene menuntut pemprov Sulbar tentang pulau lerek-lerekan.

Diduga Melakukan Penghinaan, Polisi Tetapkan Anggota DPRD Tepilih Majene HS Sebagai Tersangka

Mamuju – Tayang9 – Salah seorang anggota DPRD terpilih Kabupaten Majene inisial HS priode 2019 – 2024, yang pelantikannya tinggal menghitung hari, akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Krimun Polda Provinsi Sulawesi Barat atas dugaan kasus penghinaan.

Kasubdit 1 Krimum Polda Sulawesi Barat Kompol Yuslim mengatakan, bahwa terlapor HS sudah menjadi tersangka atas laporan dugaan penghinaan, saat terjadi unjuk rasa di Kabupaten Majene, beberapa tahun yang lalu.

“Inisial HS sudah kami tetapkan menjadi tersangka dengan pasal penghinaan. Dan penetapan HS menjadi tersangka oleh polisi sudah memenuhi unsur,” ucap Kompol Yuslim, saat dikonfirmasi, Kamis, 12/09/19.

Selain itu Kompol Yuslim, bahwa berkas perkara dengan No Pol : LP/93/VI/2018/res mjn/ SPKT SULBAR, tanggal 28 juni 2018 sudah rampung dan dalam waktu dekat ini akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Majene.

“Berkas tersangka HS sudah rampung tu, dan dalam waktu dekat ini kami akan serahkan ke Kejaksaan. Tunggu ya nanti kami kabari,” jelas Yuslim.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa meskipun tersangka tidak ditahan namun pasal yang menjeratnya adalah pasal 310 KUHP tentang penghinaan dengan ancaman 9 bulan masa kurungan.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa demo yang terjadi di kompleks pertokoan Kabupaten Majene pada tahun 2018, yang menuntut Pemprov Sulbar terkait pulau Lerek – Lerekan. Dalam aksi demo itu tersangka HS diduga menyebut kata yang tidak pantas diucapkan sebagai seorang anggota DPRD Majene, sehingga salah satu keluarga besar di Majene merasa tersinggung dan terluka atas ucapan itu yang akhirnya berujung ke pelaporan Polisi.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Hari Ini, Aksi Solidaritas Atas Insiden Penganiayaan Warga Polman di Papua Akan Digelar

POLMAN, TAYANG9 — Rencananya ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi solidaritas dan …

KNPI Polman Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Penganiayaan Warga Polman di Papua

POLMAN, TAYANG9 –  Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Polewali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]