BERITASTRAIGHT NEWS

Bangun Rumah Tahfidz, Pagar Nusa Sulbar Kumpulkan Barang Bekas

Polewali – Tayang9 – Ketua Pencak Silat Nahdatul Ulama (NU) Pagar Nusa Provinsi Sulawesi Barat, Suryananda, secara resmi mencetuskan Rumah Tahfidz Alqur’an, dengan melibatkan elemen masyarakat, dan pengurus masjid sebagai upaya untuk memakmurkan programnya itu.

Ketua Umum Pagar Nusa Provinsi Sulawesi Barat Suryananda mengatakan, bahwa dalam proses mendirikan rumah tahfidz tersebut, jajaran pengurusnya rela me Provinsi Sulawesi Barat, rela mengumpulkan limbah plastik dan barang bekas demi mendapatkan pendanaan  untuk pengadaan alqur’an.

“Yang menarik dari perjuangan para pengurus rumah tahfidz pagar nusa Sulbar ialah, mereka dalam mendapatkan anggaran pengadaan Alqur’an, dengan mengumpulkan limbah plastik barang bekas kemudian ditukarkan ke penadah. Hasil penjualan ditujukan untuk membeli Alquran hafalan dan membiayai tenaga pendidik,” ucap Suryananda melalui press rilisnya, Selasa,02/07/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa dalam proses penerimaan santri baru, pihaknya tidak melakukan penarikan biaya, dan saat ini jajarannya telah melakukan sosialisasi di masyarakat dengan menyebar brosur.

“Hari ini, dimulai dibuka pendaftaran untuk penerimaan santri baru Secara Gratis untuk angkatan pertama dan brosur telah dieadar kemasyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa dengan keberadaan rumah tahfidz tersebut, diharapkan dapat menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat untuk memperdalam ilmu agama khususnya Alqur’an.

“Namun yang berbeda dari program ini ialah, Pada rumah tahfidz tersebut menerapkan latihan silat dasar untuk para peserta didik. Kurikulum yang ditawarkan, selain hafalan, pun tentang kajian ilmu fiqhi sebagai pondasi penting untuk kehidupan dalam bicara hukum agama,”

Pemuda yang akrab disapa Surya itu juga menuturkan, bahwa dalam menjalankan rumah tahfidz itu pihaknya tetap membuka ruang bagi para kaum dermawan dan jajaran pemerintah, yang ingin memberikan donasi dan bantuan.

“Semoga nawaitu kami bisa mengetuk pintu hati para saudara-saudara kita yang berkelebihan, untuk secara bersama memikirkan generasi emas yang akan dibina tersebut,” tutupnya.(*/FM)

MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button