Tuesday , October 15 2019
Home / BERITA / ABM : WTP Bukan Capaian Akhir
Gubernur Alibaal Masdar saat menyerahkan piagam penghargaan WTP pada Sekprov Sulbar Muh.Idris.

ABM : WTP Bukan Capaian Akhir

Mamuju -Tayang9 – Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Alibaal Masdar (ABM) yang mewakili pemerintah Republik Indonesia (RI), menyerahkan piagam penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), pada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di lingkup Sulawesi Barat, atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2018, di Aula Gedung Keuangan Negara Mamuju , Jumat,04/10/19.

Acara penyerahan WTP tersebut, juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakoor) Percepatan Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, dan Dana Desa Tahun 2019, yang disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kakanwil DJPb) Sulbar Fahma Sari Fatma.

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, mengatakan, penghargaan dari pemerintah pusat tersebut diberikan pada seluruh daerah yang telah memperoleh opini terbaik, yakni WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan selaku wakil dari pemerintah pusat, ia juga mengapresiasi dan memberi piagam penghargaan pada seluruh Pemerintah Kabupaten di Bumi Tanah Malaqbi atas raihan itu, serta plakat pada Pemerintah Provinsi atas raihan opini WTP lima kali secara berturut-turut.

“Sangat bersyukur bagi kita semua, karena seluruh Pemda, baik Pemprov maupun Pemkab di Sulbar mendapatkan opini WTP atas LKPD 2018, Dan apresiasi khusus kepada jajaran Pemprov Sulbar atas raihan opini WTP lima kali berturut-turut sejak 2014 sampai 2018, “ucap ABM.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa kedepannya masih ada yang harus dilanjutkan setelah opini WTP yang diberikan BPK, antara lain menjawab temuan atau rekomendasi tentang saran-saran perbaikan yang belum selesai, menyusun tata kelolah pemerintahan yang makin baik dan meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

“Opini WTP bukanlah capaian akhir, namun hasil akhir yang ingin kita capai tentunya ialah kesejahteraan masyarakat Sulbar,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga menuturkan, jika opini WTP tidak serta merta merupakan jaminan tidak adanya pemborosan, penyimpangan dan kecurangan dalam pengelolaan keuangan, sehingga ia mengajak seluruh bupati dan pejabat daerah untuk meningkatkan peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), mulai dari penyusunan anggaran hingga penyusunan laporan keuangan.

“Dengan pengawasan yang kuat di Pemda, kita berharap adanya peningkatan kualitas laporan dan pengelolaan keuangan daerah,” tutupnya.

Untuk diketahui, adapun peraih piagam penghargaan opini WTP, yakni Pemprov Sulbar diterima Sekprov Muhammad Idris, Pemkab Mamuju diterima oleh Bupati Mamuju Habsi Wahid, Pemkab Polman diterima Wabup Polman Natsir Rahmat, Pemkab Majene diterima Wabup Majene Lukman, Pemkab Mamasa diiterima Bupati Mamasa Ramlan Badawi, serta perwakilan Pemkab Mamuju Tengah dan Pasangkayu, untuk Pemprov sendiri selain meraih Piagam Penghargaan opini WTP, pada kesempatan tersebut, juga mendapatkan plakat penghargaan atas capaian opini WTP lima kali secara berturut – turut sejak 2014 hingga 2018.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ketua DPRD Sulbar Ajak Masyarakat Tolak Radikal dan Terorisme

Mamuju -Tayang9 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat Suraidah Suhardi, menghadiri …

Wiranto Ditikam, MUI Sulbar : Itu Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi peristiwa penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto, yang terjadi beberapa waktu lalu, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]