BERITASTRAIGHT NEWS

AAS : Idealnya Hut Sulbar ke -15 Adalah Momen yang Baik Untuk Melakukan Evaluasi

Mamuju – Tayang9 – Mantan Gubernur provinsi Sulawesi Barat dua periode Anwar Adnan Saleh (AAS), mengatakan bahwa momentum HUT Sulbar yang ke – 15 merupakan sebuah keharusan bagi semua pihak untuk merefleksi sekaligus mengevaluasi tentang hal-hal apa saja yang telah dilewati selama ini.

Menurut AAS, peringatan Hut Sulawesi Barat merupakan momen yang paling ideal untuk melakukan suatu refleksi dan evaluasi, mengingat usia 15 tahun bagi sebuah provinsi harusnya telah terlihat adanya suatu perubahan dikarenakan bumi tanah malaqbi ini telah melalui suatu proses pergantian pemerintahan.

“Idealnya memang HUT Sulbar adalah ajang yang paling baik untuk melakukan refleksi, evaluasi. Apalagi memperingati HUT provinsi yang ke-15 ini, yang kalau manusia itu masih terlalu muda. Tapi kalau dalam ukuran sebuah provinsi yang baru, ini sudah harus terlihat bahwa dari pergantian pemerintahan yang ada ini, rakyat yang akan menilai sampai dimana pemerintahan membawa daerah ini lebih baik, lebih maju,” ucap AAS, di hadapan awak media, Rabu, 18/09/19.

Selain itu ia juga menambahkan, jika dirinya tidak memiliki niat untuk mengevaluasi kondisi Sulawesi Barat saat ini, namun dalam benaknya merefleksi dan mengevaluasi diri di HUT ke-15 tahun ini adalah sesautu yang sifatnya masih normal.

“Daerah ini bersama-sama menjaga, mendorong agar tetap terjaga dengan baik. Tetap survive, tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” katanya.

Lebih lanjut pengurus DPP Partai NasDem itu juga berharap, agar segala sesuatu hal yang telah diletakkan selama dua periode menjabat sebagai gubernur tetap dijaga, baik di sektor pemerintahan maupun infrastruktur.

“Terpelihara dengan baik. Kalau bisa ditingkatkan. Yang belum berjalan, dijalankan. Dan yang sudah ada, yah dipelihara, dijaga. Sebagai contoh, soal jalan arteri disinilah masyarakat selalu melihat. Harapan saya bagaimana kita bisa memelihara, dan menjaga apa yang sudah ada, karena ini kita bangun dengan uang rakyat,” harapnya.

AAS juga menuturkan bahwa masih ada beberapa hal yang belum sempat terwujud di 10 tahun kepemimpinannya di Sulawesi Barat. shingga dengan adanya pergantian kepemimpinan di provinsi ke-33 ini, hal-hal yang belum tercapai itu sekiranya diwujudkan, disemogakan agar bisa terealisasi.

“Itu juga yang mendorong saya, kenapa istri saya saya izinkan untuk terlibat di dalam pemerintahan setelah saya. Bahwa itu berjalan sesuai dengan harapan yah Alhamdulllah. Andaikata misalnya tidak berjalan sesuai harapan masyarakat, yah saya minta maaf kepada rakyat Sulbar,” tutupnya.(Naf/FM)

MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button