PC GP Ansor Polman Gelar Buka Puasa dan Diskusi Ketahanan Pangan
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus ikhtiar merumuskan peran pemuda dalam memperkuat pangan daerah

POLEWALI MANDAR, Tayang9— Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Polewali Mandar membincang ketahanan pangan pada momen Buka puasa bersama di Cafe Teras Rumede, Polewali, Selasa, (17/03/26).
Diskusi yang menghadirkan anggota PAC GP Ansor di 16 kecamatan itu juga menjadi ajang silaturahmi Ramadan juga dihadiri Anggota DPR-RI Dapil Sulbar, Ajbar Abdul Kadir, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, Arsyad dan Anggota DPRD Prov. Sulbar, Irfan.

Dalam sambutannya, Ajbar menaruh perhatian pada rendahnya angka persentase minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, kelompok usia 45 tahun ke bawah kini semakin sedikit yang mau menjadi petani.
“Persoalan utama para petani bukan hanya soal produksi, melainkan juga kepastian harga dan keberlanjutan usaha,” kata Ajbar.
“Petani kerap kali menanggung risiko besar setelah mengeluarkan modal, tenaga, dan waktu bertahun-tahun, tetapi tetap dihadapkan pada fluktuasi harga yang tajam,” sambungnya.
Ia mencontohkan komoditas nilam yang harganya bisa berubah drastis, sehingga membuat petani sulit memperoleh kepastian keuntungan. Karena itu, ia menilai pemerintah harus hadir lebih nyata dalam memberikan perlindungan kepada petani.
“Polewali Mandar perlu memiliki komoditas unggulan yang benar-benar didukung dengan kepastian harga pembelian pemerintah maupun skema subsidi yang berpihak kepada petani,” terang Ajbar.
Hilirisasi kakao, masih Ajbar, juga salah satu jalan keluar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Menurut dia, hingga kini baru sedikit komoditas yang memiliki kepastian harga yang relatif terjaga, seperti gabah dan jagung.

“Petani yang produktif justru harus mendapat dukungan. Jangan sampai yang produktif dibiarkan, sementara yang tidak produktif justru disubsidi,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Polman, Sudianto juga menjelaskan bahwa ketahanan pangan adalah isu penting yang menyangkut masa depan masyarakat, bangsa, dan daerah kita.
“Tidak bisa hanya bermodalkan semangat, kita harus membangun kerjasama, memperkuat petani, membuka ruang bagi generasi muda, serta mendorong desa menjadi pusat kekuatan pangan, itu yang lebih penting,” ucap Sudi.
Lebih lanjut, ia berpesan agar GP Ansor Polewali Mandar, memandang ketahanan pangan sebagai ikhtiar menjaga kemandirian umat dan kesejahteraan masyarakat***




