Selasa , Juni 2 2020
Home / BERITA / Soal Dinamika Medsos, Habsi : Paling Bagus Kita Saling Mendukung
Bupati Mamuju Habsi Wahid, saat bincang santai dengan awak media. (Foto : Hms)

Soal Dinamika Medsos, Habsi : Paling Bagus Kita Saling Mendukung

Mamuju – Tayang9 – Perkembangan wadah komunikasi digital, utamanya akun media sosial (Medsos) mulai dilirik menjadi sebuah lahan promosi atau publikasi “murah meriah” terhadap berbagai kepentingan, tak terkecuali kepentingan Pilkada Tahun 2020. Dan hampir mayoritas figur memiliki pendukung yang senantiasa memanfaatkan medsos dalam rangka mengkampanyekan dukungan atau bahkan “menyerang” para kompetitornya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid pun, tidak menampik dinamika “perang medsos” yang memang sedang trend saat ini, dan ia menilainya sebagai sesuatu hal yang lumrah, lantaran Medsos adalah salah satu wahana paling mudah dan murah, untuk mengeksplorasi suasana hati tiap penggunanya, terlebih kodrat manusia yang diciptakan sebagai mahluk sosial, yang membutuhkan komunikasi dengan sesama.

“Yang paling bagus itu kita saling mendukung, dalam artian menyatukan visi bagaimana membawa Mamuju, menjadi semakin baik, dan memikirkan masyarakat mau diapakan supaya lebih sejahtera,” ungkap Habsi pada awak media, di salah satu Warkop, di Mamuju, Jum’at, 10/01/19.

Sementara itu, diwaktu yang sama, Ketua Asosiasi Media Ciber Indonesia (AMSI) Sulbar, Anhar, mengungkapkan bahwa data pengguna Internet di Indonesia berada di posisi empat besar di dunia,hanya kalah dari India, China dan USA, namun sayangnya tidak dibarengi literasi digital, yang datanya menempatkan negara yang oleh netizen dikenal dengan +62 ini, berada lima besar terbuncit.

“Secara khusus untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua per 2019, data perkembangan pengguna internet hanya 10 persen, dan spesifik di Mamuju 74 persen efektif digunakan oleh masyarakat perkotaan, sedangkan yang berada di desa data penggunanya hanya 25 persen,” ungkap Anhar via telepon.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa penggunaan media sosial untuk kepentingan politik, tidak akan berpengaruh besar terhadap tingkat keterpilihan.

“Namun lebih dipengaruhi bagaimana selanjutnya para kandidat, dapat bersentuhan langsung dengan audiens untuk meyakinkan mereka, terhadap apa yang ditawarkan,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Pelayanan RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal, Nyawa Seorang Warga Somba Tidak Tertolong

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]