Thursday , January 23 2020
Home / BERITA / Soal Dinamika Medsos, Habsi : Paling Bagus Kita Saling Mendukung
Bupati Mamuju Habsi Wahid, saat bincang santai dengan awak media. (Foto : Hms)

Soal Dinamika Medsos, Habsi : Paling Bagus Kita Saling Mendukung

Mamuju – Tayang9 – Perkembangan wadah komunikasi digital, utamanya akun media sosial (Medsos) mulai dilirik menjadi sebuah lahan promosi atau publikasi “murah meriah” terhadap berbagai kepentingan, tak terkecuali kepentingan Pilkada Tahun 2020. Dan hampir mayoritas figur memiliki pendukung yang senantiasa memanfaatkan medsos dalam rangka mengkampanyekan dukungan atau bahkan “menyerang” para kompetitornya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid pun, tidak menampik dinamika “perang medsos” yang memang sedang trend saat ini, dan ia menilainya sebagai sesuatu hal yang lumrah, lantaran Medsos adalah salah satu wahana paling mudah dan murah, untuk mengeksplorasi suasana hati tiap penggunanya, terlebih kodrat manusia yang diciptakan sebagai mahluk sosial, yang membutuhkan komunikasi dengan sesama.

“Yang paling bagus itu kita saling mendukung, dalam artian menyatukan visi bagaimana membawa Mamuju, menjadi semakin baik, dan memikirkan masyarakat mau diapakan supaya lebih sejahtera,” ungkap Habsi pada awak media, di salah satu Warkop, di Mamuju, Jum’at, 10/01/19.

Sementara itu, diwaktu yang sama, Ketua Asosiasi Media Ciber Indonesia (AMSI) Sulbar, Anhar, mengungkapkan bahwa data pengguna Internet di Indonesia berada di posisi empat besar di dunia,hanya kalah dari India, China dan USA, namun sayangnya tidak dibarengi literasi digital, yang datanya menempatkan negara yang oleh netizen dikenal dengan +62 ini, berada lima besar terbuncit.

“Secara khusus untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua per 2019, data perkembangan pengguna internet hanya 10 persen, dan spesifik di Mamuju 74 persen efektif digunakan oleh masyarakat perkotaan, sedangkan yang berada di desa data penggunanya hanya 25 persen,” ungkap Anhar via telepon.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa penggunaan media sosial untuk kepentingan politik, tidak akan berpengaruh besar terhadap tingkat keterpilihan.

“Namun lebih dipengaruhi bagaimana selanjutnya para kandidat, dapat bersentuhan langsung dengan audiens untuk meyakinkan mereka, terhadap apa yang ditawarkan,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Aliansi Peduli Poltek Kembali Lakukan Aksi, Wabup Majene : Bantu Kami Cari Lahan!

MAJENE, TAYANG9- Aliansi Peduli Poltek kembali melakukan aksi jilid ke II bertempat dihalaman kantor Bupati …

HMSS Bersama Polsek Sendana Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

MAJENE, TAYANG9.COM – Himpuana Mahasiswa Satu Sendana (HMSS) bersama Polisi Sektor Sendana kembali menyerahkan bantuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]