Tuesday , June 25 2019
Home / ADVETORIAL / Safari di Mamuju, Habsi Jawab Pertanyaan Warga Soal Pembangunan
Bupati Mamuju Habsi Wahid saat sambutan diacara safari Ramadhan di Mamuju.

Safari di Mamuju, Habsi Jawab Pertanyaan Warga Soal Pembangunan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka safari Ramadhan, jajaran  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, bersama dengan unsur Forkopimda, menggelar Buka puasa bersama di Kantor Camat Mamuju, Jum’at, 17/05/19.

Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid dalam kesempatannya mengakui, bahwa dirinya masih sering mendengarkan pertanyaan dari masyarakat, terkait realisasi pembangunan khususnya jalan pedesaan, TPA dan Pustu.

“Hari ini saya jelaskan, bahwa itu semua telah kita berikan kewenangan kepada pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, untuk mengurusi pembangunan yang sifatnya berskala kecamatan, kelurahan maupun desa,” ungkap Habsi.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa untuk Pemerintah ditingkat Kabupaten, akan berkosentrasi pada aspek pembangunan yang skalanya lebih besar.

“Dan anggaran untuk kecamatan sampai desa dan lurah telah kita alokasikan, bahkan gaji kepala lingkungan, dan RT sudah kita tingkatkan,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan safari ramadhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju juga membagikan paket sembako, sebagaimana yang dilakukan di beberapa kecamatan sebelumnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Bawaslu Polman Gelar Raker Penyusunan Laporan Keuangan

TAYANG9-Penyelenggara pengawasan perlu membangun komitmen dalam bekerja, utamanya terkait semua tahapan Pileg dan Pilpres yang …

Soal Pergantian GTT di Mamuju, Kadisdikpora : Kita Mau yang Disiplin

Mamuju – Tayang9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]