Selasa , Juni 2 2020
Home / ADVETORIAL / Safari di Mamuju, Habsi Jawab Pertanyaan Warga Soal Pembangunan
Bupati Mamuju Habsi Wahid saat sambutan diacara safari Ramadhan di Mamuju.

Safari di Mamuju, Habsi Jawab Pertanyaan Warga Soal Pembangunan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka safari Ramadhan, jajaran  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, bersama dengan unsur Forkopimda, menggelar Buka puasa bersama di Kantor Camat Mamuju, Jum’at, 17/05/19.

Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid dalam kesempatannya mengakui, bahwa dirinya masih sering mendengarkan pertanyaan dari masyarakat, terkait realisasi pembangunan khususnya jalan pedesaan, TPA dan Pustu.

“Hari ini saya jelaskan, bahwa itu semua telah kita berikan kewenangan kepada pemerintah tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, untuk mengurusi pembangunan yang sifatnya berskala kecamatan, kelurahan maupun desa,” ungkap Habsi.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa untuk Pemerintah ditingkat Kabupaten, akan berkosentrasi pada aspek pembangunan yang skalanya lebih besar.

“Dan anggaran untuk kecamatan sampai desa dan lurah telah kita alokasikan, bahkan gaji kepala lingkungan, dan RT sudah kita tingkatkan,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan safari ramadhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju juga membagikan paket sembako, sebagaimana yang dilakukan di beberapa kecamatan sebelumnya.(*)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Pelayanan RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal, Nyawa Seorang Warga Somba Tidak Tertolong

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]