Friday , February 28 2020
Home / ADVETORIAL / Respon Tantangan Revolusi Industri 4.0, KOPRI PKC Sulbar Gelar SKK I
Ketua Umum KOPRI PB.PMII Septi Rahmawati, saat membuka SKK Kopri PKC Sulbar.(Foto ; FM)

Respon Tantangan Revolusi Industri 4.0, KOPRI PKC Sulbar Gelar SKK I

Mamuju – Tayang9 – Korps Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC Provinsi Sulawesi Barat, menggelar acara Pembukaan Sekolah Kader Kopri (SKK) pertama, di Aula Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Jum’at, 06/09/19.

Acara pembukaan SKK yang mengangkat tema “Perempuan Sulbar Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0,” tersebut dirangkaikan pula denga agenda dialog publik, dan di buka langsung oleh Ketua umum KOPRI PB.PMII Septi Rahmawati.

Ketua KOPRI PKC.Provinsi Sulawesi Barat Sadliana dalam sambutannya mengatakan, bahwa SKK merupakan bagian dari jenjang kaderisasi KOPRI yang ke-2, pasca pelaksanaan Sekolah Islam Gender (SIG), PKD dan SKK.

“Na ini merupakan suatu gerakan awal KOPRI yang ada di Sulbar, peserta yang mengikuti adalah lintas kabupaten, dan ada peserta yang dari cabang luar,” ucap Sadliana.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa agenda SKK tersebut digelar sebagai suatu persiapan bagi para kader yang nantinya bakal mengikuti jenjang Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN), dan recananya akan diselenggarakan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kegiatan SKK ini juga merupakan salah satu persiapan kader – kader yang akan insya Allah, SKKN dilaksanakan di Makassar, saya belum tahu pasti kapan pelaksanaannya,” tutupnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Sekertaris Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PKC.PMII Provinsi Sulawesi Barat Yahya Hanafi menyampaikan, bahwa kegiatan SKK itu merupakan suatu agenda yang sangat penting untuk dilaksanakan, sebagai upaya menjawab perubahan zaman khususnya bagi para kader PMII, mengingat perkembangan global saat ini telah berada pada revolusi industri 4.0.

“Jadi percepatan dari ilmu pengetahuan kemajuan teknologi informasi, mungkin sekarang kita diskusinya dengan perkembagan teknologi informasi, dicombain lagi dengan kecerdasan buatan, jadi hanya ketika teknologi informasi tidak dapat dihadapi maka kita akan tertinggal,” ungkap Yahya Hanafi.

Untuk diketahui, pembukaan SKK tersebut juga dihadiri oleh, Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat Muh.Muflih.B.Fattah, jajaran para Alumni PMII se Provinsi Sulawesi Barat, pimpinan OKP, BEM dan sejumlah tamu undangan lainnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Bawaslu Polman Respon Hasil Putusan MK, Melalui Sosialisasi Pemilu Partisipatif

POLMAN, TAYANG9 – Putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pilpres yang akan digelar serentak dengan Pemilihan DPR dan …

Andi Ruskati Kunjungi Konstituen, Sejumlah Agenda Sudah Disiapkan

POLMAN, TAYANG9 – Sebagai wakil rakyat yang duduk di DPR RI, Andi Ruskati Ali Baal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]