Tuesday , October 15 2019
Home / ADVETORIAL / Respon Tantangan Revolusi Industri 4.0, KOPRI PKC Sulbar Gelar SKK I
Ketua Umum KOPRI PB.PMII Septi Rahmawati, saat membuka SKK Kopri PKC Sulbar.(Foto ; FM)

Respon Tantangan Revolusi Industri 4.0, KOPRI PKC Sulbar Gelar SKK I

Mamuju – Tayang9 – Korps Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC Provinsi Sulawesi Barat, menggelar acara Pembukaan Sekolah Kader Kopri (SKK) pertama, di Aula Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Jum’at, 06/09/19.

Acara pembukaan SKK yang mengangkat tema “Perempuan Sulbar Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0,” tersebut dirangkaikan pula denga agenda dialog publik, dan di buka langsung oleh Ketua umum KOPRI PB.PMII Septi Rahmawati.

Ketua KOPRI PKC.Provinsi Sulawesi Barat Sadliana dalam sambutannya mengatakan, bahwa SKK merupakan bagian dari jenjang kaderisasi KOPRI yang ke-2, pasca pelaksanaan Sekolah Islam Gender (SIG), PKD dan SKK.

“Na ini merupakan suatu gerakan awal KOPRI yang ada di Sulbar, peserta yang mengikuti adalah lintas kabupaten, dan ada peserta yang dari cabang luar,” ucap Sadliana.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa agenda SKK tersebut digelar sebagai suatu persiapan bagi para kader yang nantinya bakal mengikuti jenjang Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN), dan recananya akan diselenggarakan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kegiatan SKK ini juga merupakan salah satu persiapan kader – kader yang akan insya Allah, SKKN dilaksanakan di Makassar, saya belum tahu pasti kapan pelaksanaannya,” tutupnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Sekertaris Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PKC.PMII Provinsi Sulawesi Barat Yahya Hanafi menyampaikan, bahwa kegiatan SKK itu merupakan suatu agenda yang sangat penting untuk dilaksanakan, sebagai upaya menjawab perubahan zaman khususnya bagi para kader PMII, mengingat perkembangan global saat ini telah berada pada revolusi industri 4.0.

“Jadi percepatan dari ilmu pengetahuan kemajuan teknologi informasi, mungkin sekarang kita diskusinya dengan perkembagan teknologi informasi, dicombain lagi dengan kecerdasan buatan, jadi hanya ketika teknologi informasi tidak dapat dihadapi maka kita akan tertinggal,” ungkap Yahya Hanafi.

Untuk diketahui, pembukaan SKK tersebut juga dihadiri oleh, Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat Muh.Muflih.B.Fattah, jajaran para Alumni PMII se Provinsi Sulawesi Barat, pimpinan OKP, BEM dan sejumlah tamu undangan lainnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ketua DPRD Sulbar Ajak Masyarakat Tolak Radikal dan Terorisme

Mamuju -Tayang9 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat Suraidah Suhardi, menghadiri …

Wiranto Ditikam, MUI Sulbar : Itu Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi peristiwa penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto, yang terjadi beberapa waktu lalu, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]