Selasa , Juni 2 2020
Home / ADVETORIAL / Pemkab Mamuju Akan Beri Sanksi Bagi ASN yang Gunakan Elpiji 3Kg
Bupati Mamuju Habsi Wahid didampingi Wakilnya Irwan. SP. Pababari dan Sekkab Suaib, saat gelaran press confrence jelang lebaran.

Pemkab Mamuju Akan Beri Sanksi Bagi ASN yang Gunakan Elpiji 3Kg

Mamuju – Tayang9 – Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid mengatakan, bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kelangkaan tabung gas Elpiji 3 Kg, karena lemahnya fungsi kontrol atau pengawasan.

Menurut Habsi Wahid, salah satu contoh yang sangat nyata yang sering di jumpai di masyarakat adalah, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih marak menggunakan tabung gas Elpiji 3 Kg, yang seharusnya tidak perlu mengingat kondisi perekonomiannya masuk dalam kategori menengah keatas.

“Oleh karenanya, kemarin saya telah mengeluarkan surat edaran kepada ASN, untuk sesegera mengganti, men sub kembali tabung 3 Kg, yang sementara diapakai para ASN, diganti dengan 5 Kg. Dan ini sudah dilakukan,”ucap Habsi Wahid saat gelaran press confrence di Kantor Bupati Mamuju, Kamis, 23/05/19.

Selain itu ia juga menambahkan, jika nantinya masih ada ASN didapati menggunakan tabung gas yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu tersebut, Dinas atau OPD terkait akan melakukan swiping di kediaman para ASN.

“Dan bila masih ada didapati, ya tentu perdagangan akan melakukan swiping – swiping, atau melakukan kontrol ke rumah – rumah ASN, bilamana ada, itu akan mendapatkan sangksi sebagai ASN yang tidak mentaati aturan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, dengan adanya kebijakan tersebut haruslah seiring atau dibarengi dengan kesadaran masyarakat, khsususnya di Kabupaten Mamuju.

“Bagaimanapun itu kebijakan bagus, tapi kalau masyarakat juga tidak merespon, masih ada yang tidak sadar, saya kira ini akan menjadi suatu penghambat – penghambat didalam  pembangunan, maupun dalam kaitannya terhadap bagaimana mendapatkan kebutuhan-kebtuhan bahan pokok ini,” tutupnya. (*/FM) 

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Pelayanan RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal, Nyawa Seorang Warga Somba Tidak Tertolong

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]