Friday , August 23 2019
Home / ADVETORIAL / Pemkab Mamuju Akan Beri Sanksi Bagi ASN yang Gunakan Elpiji 3Kg
Bupati Mamuju Habsi Wahid didampingi Wakilnya Irwan. SP. Pababari dan Sekkab Suaib, saat gelaran press confrence jelang lebaran.

Pemkab Mamuju Akan Beri Sanksi Bagi ASN yang Gunakan Elpiji 3Kg

Mamuju – Tayang9 – Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid mengatakan, bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kelangkaan tabung gas Elpiji 3 Kg, karena lemahnya fungsi kontrol atau pengawasan.

Menurut Habsi Wahid, salah satu contoh yang sangat nyata yang sering di jumpai di masyarakat adalah, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih marak menggunakan tabung gas Elpiji 3 Kg, yang seharusnya tidak perlu mengingat kondisi perekonomiannya masuk dalam kategori menengah keatas.

“Oleh karenanya, kemarin saya telah mengeluarkan surat edaran kepada ASN, untuk sesegera mengganti, men sub kembali tabung 3 Kg, yang sementara diapakai para ASN, diganti dengan 5 Kg. Dan ini sudah dilakukan,”ucap Habsi Wahid saat gelaran press confrence di Kantor Bupati Mamuju, Kamis, 23/05/19.

Selain itu ia juga menambahkan, jika nantinya masih ada ASN didapati menggunakan tabung gas yang diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu tersebut, Dinas atau OPD terkait akan melakukan swiping di kediaman para ASN.

“Dan bila masih ada didapati, ya tentu perdagangan akan melakukan swiping – swiping, atau melakukan kontrol ke rumah – rumah ASN, bilamana ada, itu akan mendapatkan sangksi sebagai ASN yang tidak mentaati aturan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, dengan adanya kebijakan tersebut haruslah seiring atau dibarengi dengan kesadaran masyarakat, khsususnya di Kabupaten Mamuju.

“Bagaimanapun itu kebijakan bagus, tapi kalau masyarakat juga tidak merespon, masih ada yang tidak sadar, saya kira ini akan menjadi suatu penghambat – penghambat didalam  pembangunan, maupun dalam kaitannya terhadap bagaimana mendapatkan kebutuhan-kebtuhan bahan pokok ini,” tutupnya. (*/FM) 

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ombudsman Sulbar Buka Pos Pengaduan di Kecamatan

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan proses tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat, tim Penerimaan dan …

Di Forum Muktamar, PKB Mamasa Dorong Percepatan Pembangunan Daerah

Polewali – Tayang9 – Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mamasa, dipastikan akan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]