BERITASTRAIGHT NEWS

Melestarikan Budaya Leluhur, Desa Napo Akan Kembangkan Desa Wisata Sejarah

Gerbang menuju makam Raja Todilaling di Desa Napo Kecamatan Limboro

 

Tayang9.com – Kekayaan adat dan budaya yang dimiliki masyarakat mandar sangatlah banyak dan memiliki cerita tersendiri serta kaya dengan petuah-petuah yang penuh kebajikan.

Sebutlah Desa Napo, Desa yang merupakan bagian dari Appe Banua Kaiyyang atau empat kerajaan besar dari sejarah Mandar, terdiri dari Kerajaan Napo, samasundu, mosso, dan todang-todang. Keempat kerajaan inilah dulunya yang bertugas untuk mengangkat seorang raja Mandar kala itu.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat dan pemerhati budaya mandar, Ambas, S.Pd, SD, mengatakan bahwa sangat penting untuk melestarikan budaya-budaya para leluhur kita saat ini.

“Kami khawatir jika tidak ada tindakan atau aksi untuk menyelamatkan budaya kita, seperti peninggalan-peninggalan para raja-raja dahulu seperti keris, pedang, tombak atau karya sastra tentang mandar dan situs sejarah seperti makam raja Mandar yang jika tidak dipelihara, seiring waktu akan hilang dengan sendirinya”, ucapnya.

Alasannya cukup mendasar, lanjut Ambas, jika hal ini tidak menjadi perhatian yang serius, ancaman terjadinya kerusakan, baik dari bentuk fisik yang ada, juga kondisi lingkungan yang melingkupi kawasan wisata di desa Napo.

“Salah satu peninggalan sejarah mandar dan menjadi aset berharga bagi desa Napo adalah Makam salah seorang penguasa di tanah Mandar yaitu Raja Todilaling. Ini harus dijaga dan dilestarikan demi generasi kita mendatang. Agar mereka bisa tahu leluhur mereka dahulu”, terang Ambas yang juga merupakan kepala sekolah Sekolah Dasar di Desa Napo.

Dirinya sangat bersyukur, jika saat ini Desa Napo telah mencanangkan sebuah program pada kegiatan Inovasi dari Kementerian Desa, yaitu Meningkatkan Penerimaan Desa Melalui Pengelolaan Wisata Sejarah.

“Program ini sangat bagus dan Insya Allah akan kami dukung sepenuhnya, sebab inilah waktu yang tepat sebagai langkah untuk menjaga sejarah dan budaya, sekaligus sebagai ajang promosi wisata dan potensi-potensi yang ada di Desa Napo ini” terangnya.

Dalam program tersebut, nantinya Desa Napo akan berupaya untuk menggali serta melestarikan aset-aset sejarah di Desa, untuk dijadikan sebagai destinasi wisata sebagai media edukasi dan penelitian.

“Kedepannya kita akan berupaya untuk menjadi Desa Napo untuk menjadi kawasan Desa wisata sejarah Mandar dan Jika ini terwujud, maka tidak tertutup peluang penerimaan pendapatan desa akan besar dan pada masyarakat akan berkesempatan membuka lebar transaksi prekonomian dan membuka peluang kerja. Jadi kita harus persiapkan semuanya dengan matang”, ungkapnya diakhir kata. (zul)

SULHAN SAMMUANE

Selain Menulis dirinya juga dikenal aktif sebagai pemerhati pendidikan anak usia dini

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: