Minggu , Juni 7 2020

KACO jelang buka tiwikke’ tanditara-tara begitu membuka passambo kappar di pacekona ia lalu memanggil Cicci dengan teriakan yang sangat lantang, “Cicci bawai iting mai hand sanitizer o siola pasempro’o”.

Cicci yang sementara mendoe’ dengan cekatan langsung meloncati tiga anak tangga menuju paceko sambil mehandu’ ballang terbelalak matanya begitu melihat Kaco tipakoro tak berdaya dengan napasnya yang tersengal-sengal.

Rupanya Kaco amat ketakutan setelah melihat onde-onde yang belepotan golla mamea dan bertabur anjoro pura paru’ yang mirip sekali bentuknya dengan virus korona. Cicci tertawa pawelle melihat kelakuan Kaco. [mst]

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang …

PESAN Kaco kepada Cicci yang pelan beranjak dewasa, “anakku jangan mengumbar aurat dan kehebatan serta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]