Tuesday , July 23 2019
Home / BERITA / Abdullah Rasyid: Mencintai Timor Berarti Ingin Melestarikan Mobil yang Terlupakan
Abdullah Rasyid bersama para peserta Kopdar dari komunitas Solidarity.

Abdullah Rasyid: Mencintai Timor Berarti Ingin Melestarikan Mobil yang Terlupakan

Mamuju – Tayang9 – Komunitas Timor Solidarity, menggelar Kopdar di Pantai Manakarra Mamuju Sulawesi Barat, yang di rangkaikan dengan temu akrab bersama komunitas Timor Solidarility Kota Pare-pare dan Kabupaten Pinrang, Sabtu, 06/07/19.malam.

Kopdar tersebut juga di hadiri oleh Abdullah Rasyid, salah satu tokoh yang juga Mantan Bupati pertama Kabupaten Pasangkayu, dan sekaligus Dewan Penasehat Komunitas Timor Solidarity.

Dalam kesempatannya, Abdullah Rasyid selain menyampaikan apresiasi, ia juga mengatakan bahwa mencintai Mobil Timor berarti ingin melestarikan mobil yang sudah terlupakan.

“Saya sangat mengapresiasi para adek-adek yang tergabung dalam komunitas rimor Solidarity, sebab mencintai Mobil-mobil yang sudah terlupakan, dan dengan Komunitas Timor Solidarity yang tergabung dari Mamuju, Pare-pare dan Pinrang maka mereka sudah memperlihatkan kembali Mobil yang sudah terlupakan sejak tidak di produksi lagi, dan saya juga pernah memiliki Mobil Timor di Tahun 1999/2000 dan saya sudah percaya bahwa Mobil Timor itu bagus dan kuat,” ucap Abdullah Rasyid.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua Timor Solidarity Kabupaten Pinrang Asrul, mengaku sangat mengapresiasi dan salut pada agenda kopdar komunitas timor solidarity yang di pusatkan di Pantai Anjungan Manakarra Mamuju,dan telah menjamu para Saudara se Komunitas Timor Solidarity.

“Alhamdulillah, pertama-tama saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Saudara-saudara ku di Komunitas Timor Solidaryti Mamuju Sulawesi Barat, yang telah meluangkan waktunya menerima kedatangan kami, dan saya mewakili teman-teman dari Pinrang dan Pare-pare akan menunggu Saudara-saudara ku dari Mamuju kiranya meluangkan waktunya untuk bisa hadir di acara Kopdar yang akan kami gelar di Kabupaten Pinrang,” kata Asrul.(Enda/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang …

Diduga Pecat Aparatnya Secara Sepihak, 4 Kades di Campalagian Dilaporkan ke Ombudsman

Polewali – Tayang9 – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]