Tuesday , July 23 2019
Home / BERITA / 6 Nama Calon Ketua NU Sulbar Mencuat Jelang Konferwil, Ini Kata Ansor dan PMII
Ketua GP. Ansor Sudirman.Az dan Ketua PKC PMII Sulbar Joko Prianto.

6 Nama Calon Ketua NU Sulbar Mencuat Jelang Konferwil, Ini Kata Ansor dan PMII

Polewali – Tayang9 – Menyikapi munculnya sejumlah nama yang digadang-gadang akan maju sebagai calon Ketua Tanfidziayah, jelang  pelaksanaan Konferwil ke III Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Sulawesi Barat,GP. Ansor, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) angkat bicara.

Ketua GP.Ansor Sulawesi Barat Sudirman.Az mengatakan, terkait munculnya nama yang dikabarkan akan maju sebagai calon ketua Tanfidz seperti Imam Masjid Agung Syuhada Polewali Habib Fauzi, Mantan Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, Kepala Kanwil Kemenag Sulbar H.Muh Muflih.B.Fattah, Ketua PCNU Polman M.Arsyad, Kadis Pemuda Olahraga Sulbar Muhammad Hamzih dan Kepala Kemenag Majene, Adnan Nota, Ansor secara kelembagaan menilai jika 6 tokoh tersebut, memiliki kemampuan yang mumpuni, untuk menempati posisi strategis di tubuh organisasi keagamaan yang berdiri pada tahun 1926 itu.

“Saya kira mereka ini kita punya orang tua, secara kaderisasi itu beliau mumpuni semua, untuk menempati posisi-posisi strategis di NU, bukan hanya sebagai ketua Tanfidz, tapi beberapa jabatan lain, itu mereka semua ini tidak perlu dipertanyakan lagi tentang keilmuannya, komitmennya, untuk membangun NU,” ucap Sudirman via telpon, Jum’at, 12/07/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa inti dari pelaksanaan Konferwil ke III tersebut, merupakan agenda lima tahunan di tubuh kepengurusan NU, dalam rangka memilih

“Tentunya Ansor ini sangat mengharapkan, bagaimana Konferwil ini berjalan dengan lancar, kemudian menghasilkan pemimpin atau ketua yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, secara kelembagaan Banser dipastikan akan turun langsung dalam mengawal pelaksanaan Konferwil ke III NU, yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 Juli 2019 mendatang.

“Banser sebagai badan otonom NU, tetap kita akan turun. Salah satu tugas utama Banser adalah mengawal ulama, dan kegiatan. Tetap kita akan melakukan PAM di titik yang ditentukan panitia,” tutupnya.

Sementara itu di waktu yang sama, Ketua PKC PMII Sulawesi Barat Joko Prianto mengatakan, bahwa munculnya 6 nama yang dikabarkan akan maju sebagai calon ketua NU Sulbar, secara kelembagaan PMII menilai jika hal itu bukan lah suatu masalah, mengingat NU merupakan organisasi yang sangat demokratis.

“Saya Rasa NU itu sangat demokratis, yah jadi tidak ada masalah siapa pun yang ingin maju selama dia warga NU. Tapi yang terpenting Siapapun yang memimpin NU Sulbar selama di dasari niat ikhlas karna ingin mengabdi terhadap organisasi saya rasa semua kader berhak untuk maju dan mencalonkan dirinya,” ungkap Joko via Whatsaap.

Selain itu ia juga berharap, di pelaksanaan Konferwil ke III mendatang, dapat melahirkan suatu rekomendasi keumatan, sehingga agenda 5 tahunan NU tersebut, tidak hanya berfokus pada prosesi pergantian ketua.

“Karna saya meyakini NU Sulbar bisa menjadi satu kekuatan besar, bila mana semua elemennya bergerak, dan berpikir untuk kemajuan NU Sulawesi Barat. Sehingga tidak hanya berfokus pada ketuanya saja, karna ketua itu hanyalah jabatan struktural, sedangkan tugas membersarkan NU adalah tugas dan tanggung jawab dari setiap kadernya,” tutupnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang …

Diduga Pecat Aparatnya Secara Sepihak, 4 Kades di Campalagian Dilaporkan ke Ombudsman

Polewali – Tayang9 – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]