Yayasan Badara Luncurkan Mandar Culture Festival 2026, Dorong Budaya Mandar dan UMKM Naik Kelas
Press conference dan soft launching digelar di Gedung Gadis, Polewali Mandar, Senin (23/2/2026), menandai persiapan Mandar Culture Festival yang akan berlangsung Mei mendatang.

POLMAN, TAYANG9 – Mandar Culture Festival 2026 resmi diluncurkan melalui press conference dan soft launching yang digelar di Gedung Gadis, Polewali Mandar, Senin (23/2/2026). Acara ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan awak media, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dibudporparekraf) Kabupaten Polewali Mandar, A. A. Rajab, S.H., Sekretaris Dibudporparekraf Polewali Mandar, Surahman Akbar, S.STP., M. Adm.KP, Kepala Bidang Promosi Wisata, Sidrayani, S.S., M.M., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperandagkopukm) Kabupaten Polewali Mandar, Hj. Agusnia Hasan Sulur, SP, M.Si, Ketua Yayasan Badara, Arif Budianto, dan Founder Yayasan Badara sekaligus Project Director Mandar Culture Festival 2026, Nurfadilah, S.I.P, M.I.Kom.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Polewali Mandar, A. A. Rajab, S.H., mengapresiasi festival ini sebagai langkah strategis dalam pelestarian budaya lokal.
“Beragam budaya di Tanah Mandar perlu kita lestarikan. Festival ini akan berlangsung secara berkesinambungan, mengangkat berbagai budaya lokal seperti Passayang-sayang, Sayyang Pattu’du, seni tari, hingga lomba menyanyi Dan kita sudah persentase ke pak bupati dan pak bupati sangat merespon positif kegiatan ini, Selain itu, festival ini juga akan menampilkan kuliner tradisional Mandar, yang harus kita perkenalkan ke orang luar terutama Jepa dan Bau peapi. saat ini Jepa telah kita usulkan ke UNESCO sebagai warisan budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Polewali Mandar, Hj. Agusnia Hasan Sulur, menekankan peran festival ini dalam mendorong perekonomian lokal.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena ujung-ujungnya ini adalah pergerakan ekonomi Dan sangaf akan membantu pelaku usaha naik kelas. Bagaimana kita menggerakkan ekonomi disaat sekarang ini kondisi keuangan kita yang sangat terbatas. Keterlibatan seluruh OPD dan pelaku usaha harus jelas sejak awal agar event ini berjalan lancar, terutama bagi UMKM yang akan berpartisipasi.
Kita berharap acara ini sukses, ini berdampak kepada promosi kabupaten polewali Mandar Dan berdampak kepada perputaran ekonomi.”kata Agusnia.
Project Director Mandar Culture Festival 2026, Nurfadila, menjelaskan bahwa Mandar Culture Festival tahun ini resmi terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mengkurasi event budaya terbaik se-Indonesia. “Dari 587 pendaftar di seluruh Indonesia, Mandar Culture Festival lolos tahap kurasi menjadi 125 event KEN 2026. Ini menjadi pengakuan nasional atas kualitas dan potensi budaya Mandar,” ujarnya.
Nurfadila menambahkan, festival yang mengusung tema “Menjaga Warisan, Merajut Masa Depan” ini akan digelar pada 26–30 Mei 2026 dengan pre-event 18–25 Mei di Sport Center Polewali Mandar. “Festival ini bertujuan merawat, melestarikan, dan mempromosikan budaya Mandar ke tingkat nasional dan internasional. Kami akan menampilkan pertunjukan tari tradisional, musik, pameran budaya, instalasi ikonik, pasar kuliner, dan pemilihan Putra-Putri Sutra Mandar. Sekitar 300 UMKM lokal juga akan terlibat, sehingga festival memberikan dampak budaya, sosial, dan ekonomi,” jelasnya.
Ketua Yayasan Badara, Arif Budianto, menekankan perjalanan panjang yayasan dalam mengembangkan seni dan budaya Mandar. “Festival ini bukan hanya hadiah untuk yayasan badara, tetapi juga untuk masyarakat Mandar. Jika bukan kita yang merawat dan melestarikan Mandar, siapa lagi?” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaku seni, dan UMKM, Mandar Culture Festival 2026 diharapkan menjadi mercusuar budaya Mandar yang tidak hanya memperkenalkan tradisi lokal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas komunitas di tingkat nasional melalui Kharisma Event Nusantara.(*)




