Cerita Gunung Tasik Manau’

PANAS terik cukup menyengat dikulit. Aroma khas tandang kelapa sawit sisa pengolahan dari pabrik, seperti “menghantam” indra penciumanku. Aromanya cukup terasa, seperti aroma kudapan tape yang telah melewati proses fermentasi.

Dengan roda empat, saya bersama rekan Asesor PAUD lainnya menuju sebuah kampung yang bernama Dusun Watu Bete, Desa Wulai Kecamatan Bambalamutu, Pasangkayu, daerah batas provinsi Sulbar dan Sulteng. Sekalian untuk Hunting lokasi lembaga untuk visitasi esok .

Medan yang kulalui terbilang cukup kreeeenn. Menuju kesana saya wajib melintas di atas dua aliran sungai besar. Cukup luas dan sedikit membuat saya agak ngeri-ngeri sedap, sempat saya membayangkan jika seandainya air disungai ini tiba-tiba meluap, lantas saya masih berada di tengah sungai.


Tetibanya saya disana, satu kebiasaan saya saat berada di tempat baru adalah mencari orang yang memiliki “kesamaan” dengan saya. Salah satu ilmu dalam komunikasi tentang proximity. Entah dengan kesamaan bahasa, tempat tinggal atau hal menarik lainnya untuk saya cari tahu kepada orang disana.

Dan akhirnya pun saya bertemu dengan orang yang memiliki bahasa yang sama dan ku fahami, bahasa Mandar. Tanpa ragu, saya mengeluarkan kosa kata Mandar semampu saya. Dia pun lalu menyambutnya dengan bahasa yang sama. Awalan yang baik buatku, begitu fikirku untuk memulai sebuah dialog yang agak serius.

Bermula dari rasa penasaran saya tentang penyebutan Dusun Watu Bete, sebagai nama kampung disana. Dia memberitahukan jika arti nama Dusun itu bermakna “Batu Besar”. Nama itu pun tidak sekedar nama, menurutnya di dusun itu ada bongkahan batu yang sangat besar seperti gunung disana.


Cerita yang lain pun akhirnya terdengar, konon ceritanya jika ada gunung di Desa Wulai itu, memiliki sumur yang terhubung dengan laut. Gunung itu dinamakan Gunung Tasik Manau’. Menurut ceritanya ketika air laut pasang, maka air sumur yang ada dibukit itu akan ikut naik. Dan jika air laut surut, air di sumur itu pun akan ikut surut juga (Dalam bahasa derahnya “Uai le’bo minnaung”)

Hanya saja warga disana belum tahu persis posisi sumur itu, Warga disana enggan untuk cari tahu letak persisnya, karena dari cerita yang berkembang, sumur itu memiliki aura mistis yang kuat… Wallahu A’lam..

SULHAN SAMMUANE

Selain Menulis dirinya juga dikenal aktif sebagai pemerhati pendidikan anak usia dini

Recent Posts

Swadaya Warga Salabose, Perayaan Maulid Nabi 2026 di Majene Berlangsung Khidmat

MAJENE, TAYANG9 — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Poralle Salabose, Kecamatan Banggae,…

1 hari ago

Gotong Royong dan Kemandirian Warga Salabose Sukseskan Peringatan Maulid Nabi 2026

MAJENE, TAYANG9 — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Poralle Salabose, Kabupaten Majene, Sulawesi…

1 hari ago

Tawarkan Model AKIK Menuju Pemerintahan Digital, Mustari Mula Raih Gelar Doktor Studi Pembangunan di Unhas

MAKASSAR, TAYANG9 — Mustari Mula berhasil meraih gelar Doktor pada Program Doktor Studi Pembangunan, Sekolah…

2 hari ago

Tim Peneliti UNASMAN Kembangkan KopiBot Berbasis NLP Bahasa Daerah

POLMAN, TAYANG9 — Tim peneliti Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) mengembangkan KopiBot, chatbot sistem pakar…

2 hari ago

Muhammad Irsyad (Peneliti SSI Script Survei Indonesia): Walk Out NasDem dan Pentingnya Membangun Komunikasi Politik yang Setara dalam Koalisi

Peneliti SSI Script Survei Indonesia Wilayah Sulawesi Barat, Muhammad Irsyad, menilai dinamika yang terjadi dalam…

3 hari ago

Ziarah Makam Leluhur Poralle Salabose: Rangkaian Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

MAJENE Menjelang pelaksanaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Poralle Salabose, Senin 24 Agustus 2026…

3 hari ago