MAJENE, TAYANG9 — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Poralle Salabose, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sukses digelar secara khidmat pada Selasa (25/8/2026). Berpusat di pelataran Masjid Kuno Syekh Abdul Mannan, perayaan tahunan ini menjadi bukti nyata kuatnya gotong royong dan kemandirian modal sosial warga setempat.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia, Berkarakter, dan Berdasarkan Kearifan Lokal,” perayaan ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat Dr. H. Suhardi Duka, M.M., Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, pimpinan DPRD Sulbar dan Majene, unsur Forkopimda, hingga para tokoh agama, adat, serta budayawan.
Di balik kemeriahannya, helatan ini murni dipersiapkan secara mandiri oleh Keluarga Besar Rumpun Masyarakat Poralle Salabose bersama para donatur melalui kerja keras selama enam bulan. Langkah swadaya dan penggalangan dana patungan ini diambil setelah Pemerintah Kabupaten Majene menyatakan keterbatasan anggaran untuk membiayai perayaan tersebut.
Meskipun diselenggarakan tanpa alokasi APBD, panitia tetap membuka pintu hangat bagi jajaran pemerintah daerah untuk hadir sebagai bentuk penghormatan dan penguatan sinergi kebudayaan.
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, memberikan perhatian khusus terhadap kedudukan Salabose yang ia sebut sebagai “titik nol” tradisi Maulid di tanah Mandar. Secara turun-temurun, warga di berbagai wilayah Mandar memiliki etika untuk menunggu pelaksanaan Maulid Salabose sebelum menggelar acara serupa di daerah masing-masing, seperti yang berlaku di Masjid Lambanan, Polewali Mandar.
Suhardi menegaskan bahwa agama dan kebudayaan tidak perlu dipertentangkan karena keduanya saling melengkapi. Ia juga memberi sinyal positif terkait peluang alokasi dukungan anggaran pemerintah untuk pelaksanaan Maulid Salabose pada tahun-tahun mendatang.
Pewarisan Tradisi dan Pendidikan Generasi Muda
Keberhasilan Maulid Poralle Salabose 2026 bukan sekadar keberhasilan menggelar acara seremonial, melainkan menjadi ruang pendidikan budaya dan agama bagi generasi muda. Anak-anak diajak memahami sejarah masuknya Islam, meneladani akhlak Nabi, serta mempraktikkan langsung nilai gotong royong.
Kemandirian warga Poralle Salabose membuktikan bahwa kebudayaan dan nilai tradisi akan terus hidup selama masyarakat pemiliknya memiliki kesadaran, kepedulian, dan rasa memiliki yang kuat untuk menjaganya.
MAJENE, TAYANG9 — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Poralle Salabose, Kabupaten Majene, Sulawesi…
MAKASSAR, TAYANG9 — Mustari Mula berhasil meraih gelar Doktor pada Program Doktor Studi Pembangunan, Sekolah…
POLMAN, TAYANG9 — Tim peneliti Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) mengembangkan KopiBot, chatbot sistem pakar…
Peneliti SSI Script Survei Indonesia Wilayah Sulawesi Barat, Muhammad Irsyad, menilai dinamika yang terjadi dalam…
MAJENE Menjelang pelaksanaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Poralle Salabose, Senin 24 Agustus 2026…
POLMAN, TAYANG9 - Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Program…