Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Ziarah Makam Leluhur Poralle Salabose: Rangkaian Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

Merawat Ingatan, Menjaga Amanah Leluhur

MAJENE Menjelang pelaksanaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Poralle Salabose, Senin 24 Agustus 2026 Kabupaten Majene, masyarakat Rumpun Keluarga Besar Poralle Salabose kembali melaksanakan Ziarah Makam Leluhur, sebagai salah satu rangkaian penting yang dilaksanakan secara turun-temurun setiap tahun.

Kegiatan ziarah diawali dengan rangkaian pembukaan yang berlangsung di Ruang Masjid Kuno Syekh Abdul Mannan Salabose. Acara tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh adat dan budaya, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Drs. H. Mustamin, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, hadir mewakili Bupati Majene yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan agenda pemerintahan di luar daerah menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati Majene kepada panitia Maulid Nabi Besar Muhammad SAW serta seluruh masyarakat Rumpun Poralle Salabose. Ia menyampaikan bahwa Bupati belum dapat hadir secara langsung untuk bersama-sama mengikuti rangkaian ziarah makam leluhur karena terdapat agenda pemerintahan di luar daerah yang berkaitan dengan kepentingan pembangunan daerah ke depan.

Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari bentuk penghormatan terhadap tradisi masyarakat serta upaya membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah, agama, adat, dan budaya yang berkembang di Kabupaten Majene.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah, Kepala Bagian Kesra Kabupaten Majene, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab. Majene, unsur Kejaksaan, Camat Banggae, Komandan Kodim 1401 Majene, Ketua Pengurus Harian PD AMAN Majene, serta sejumlah alim ulama, tokoh adat dan budayawan, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat.

Rangkaian Ziarah Dimulai dari Masjid Kuno Syekh Abdul Mannan

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Poralle Salabose, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Drs. H. Mustamin yang mewakili Pemerintah Kabupaten Majene.

Setelah sambutan, dilaksanakan prosesi pembakaran dupa oleh Puang Kadhi Salabose, yang kemudian dilanjutkan dengan memimpin doa. Setelah seluruh rangkaian pembukaan selesai, rombongan kemudian bergerak menuju makam-makam leluhur untuk melaksanakan ziarah.

Makam pertama yang diziarahi adalah Makam To Salama’ Syekh Abdul Mannan, salah satu tokoh penting dalam sejarah keislaman dan perkembangan masyarakat Salabose. Ziarah kemudian dilanjutkan ke Makam Tomakaka I Merupa-rupa Bulawang, selanjutnya menuju Makam Daetta I Moro Tomatindo Dzi Masigi, dan kemudian berakhir di Makam Tomakaka Poralle yang berada di kompleks Makam Raja-Raja.

Setiap tempat yang diziarahi bukan hanya dipandang sebagai lokasi pemakaman, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenang perjalanan sejarah dan jasa para leluhur yang telah meletakkan dasar kehidupan sosial, adat, budaya, dan keagamaan masyarakat.

Ziarah Bukan Sekadar Mengunjungi Makam

Ziarah makam leluhur Poralle Salabose memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengunjungi makam. Kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenang, mendoakan, dan mempelajari kembali sejarah para leluhur, sekaligus menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa kehidupan masyarakat hari ini tidak dapat dipisahkan dari perjuangan dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, ziarah menjadi salah satu cara untuk menjaga agar hubungan antara generasi sekarang dengan leluhur tidak terputus. Sebab mengenal leluhur bukan berarti hidup dalam masa lalu. Sebaliknya, mengenal leluhur merupakan bagian penting dalam memahami siapa kita, dari mana kita berasal, nilai apa yang diwariskan, dan bagaimana nilai tersebut dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Nilai-nilai luhur adat yang telah ditanamkan oleh para leluhur menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat. Nilai tersebut mencakup penghormatan kepada orang tua dan leluhur, kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap agama, kepedulian terhadap masyarakat, serta tanggung jawab menjaga identitas budaya.

Tradisi yang Dilaksanakan Setiap Tahun

Ziarah makam leluhur Poralle Salabose dilaksanakan setiap tahun menjelang pelaksanaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Rangkaian tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Maulid di Poralle Salabose. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat memadukan nilai keagamaan, sejarah, adat, dan kebudayaan dalam sebuah rangkaian kegiatan yang diwariskan lintas generasi.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda tidak hanya diajak untuk menghadiri Maulid sebagai sebuah perayaan keagamaan, tetapi juga diajak untuk memahami akar sejarah dan identitas komunitasnya. Dengan demikian, ziarah makam leluhur menjadi ruang pendidikan budaya yang berlangsung secara langsung di tengah masyarakat.

Merawat Ingatan, Menjaga Identitas

Di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial, tradisi seperti Ziarah Makam Leluhur Poralle Salabose memiliki arti penting. Sebab sebuah masyarakat yang kehilangan hubungan dengan sejarah leluhurnya berpotensi kehilangan sebagian dari identitasnya.

Karena itu, kegiatan ziarah bukan semata-mata ritual tahunan. Ia merupakan bentuk nyata dari upaya merawat ingatan kolektif masyarakat Poralle Salabose. Dari makam para leluhur, generasi hari ini belajar bahwa kehidupan yang mereka jalani merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun oleh orang-orang terdahulu.

Dan dari nilai-nilai yang diwariskan itulah generasi sekarang diharapkan mampu melangkah ke masa depan tanpa kehilangan akar identitasnya. Ziarah makam leluhur Poralle Salabose pada akhirnya bukan hanya tentang menoleh ke belakang, tetapi tentang bagaimana sejarah, adat, agama, dan nilai-nilai luhur leluhur dapat menjadi pijakan untuk menatap masa depan.

Karena mengenal leluhur adalah mengenal jati diri; menjaga warisan leluhur adalah menjaga identitas; dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda adalah memastikan bahwa sejarah tidak berhenti pada satu generasi.

(Mursyid Syukri, 24 Agustus 2026)

 

 

MURSYID SYUKRI

Aktif dalam pergerakan seni budaya Mandar dan serius menghibahkan waktunya sebagai Ketua Sekolah Adat Adolang Pamboang

Recent Posts

UNASMAN Kukuhkan 206 Guru Profesional

POLMAN, TAYANG9 - Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Program…

3 jam ago

Diskominfostatisper Mamuju Tengah dan MAFINDO Sulbar Edukasi Publik Tangkal Hoaks Lewat Dialog Literasi Digital

MAMUJU — Kepala Bidang Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostatisper) Kabupaten Mamuju Tengah, Nur…

3 jam ago

Pemprov Sulbar Tetapkan Logo HUT ke-22, Ini Makna dan Filosofinya

MAMUJU, TAYANG9 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menetapkan penggunaan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22…

11 jam ago

Jembatan Perintis Garuda Segera Dibangun, TNI dan Warga Tutar Gelar Doa Bersama

POLMAN, TAYANG9 – Sebelum pembangunan dimulai, anggota TNI bersama masyarakat menggelar doa bersama di lokasi…

20 jam ago

Cegah Balapan Liar dan Gangguan Kamtibmas, Satlantas Polman Intensifkan Patroli Malam

POLMAN, TAYANG9 — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Polewali Mandar terus meningkatkan kegiatan patroli malam…

2 hari ago

Kapolres Polman Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026, Teguhkan Jiwa Juang dan Semangat Pengabdian

POLMAN, TAYANG9 — Kapolres Polewali Mandar AKBP Zaky Maghfur, S.I.K., memimpin Upacara Peringatan Hari Juang…

2 hari ago