Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Sengketa Pekarangan Dua Warga Desa Alu Polewali Mandar Diselesaikan Melalui Musyawarah

Mediasi melibatkan pemerintah desa, lembaga adat, dan tokoh masyarakat hingga kedua pihak sepakat menetapkan kembali batas tanah.

POLMAN, TAYANG9 – Upaya penyelesaian sengketa tanah pekarangan antara dua warga Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, dilakukan melalui kegiatan problem solving berupa mediasi yang difasilitasi Bhabinkamtibmas Desa Alu, AIPDA Rahman, J. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Alu, Dusun Alu III, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 11.26 WITA.

Proses mediasi menghadirkan Kepala Desa Alu Jelisman, S.P., Ketua BPD Desa Alu, unsur lembaga adat, serta tokoh masyarakat setempat guna mencari solusi bersama atas permasalahan yang terjadi.

Sengketa tersebut melibatkan dua warga, masing-masing D (50) yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan H (70) yang bekerja sebagai petani.

Permasalahan bermula dari keberatan pihak pertama yang mengklaim bahwa tanah pekarangan yang saat ini ditempati bangunan rumah milik R merupakan warisan dari nenek dan kakeknya yang telah meninggal dunia.

Melalui musyawarah yang berlangsung dengan melibatkan pemerintah desa dan unsur adat, kedua pihak akhirnya sepakat menempuh jalur kekeluargaan. Kesepakatan dicapai dengan menetapkan kembali batas-batas lahan yang disetujui bersama oleh kedua belah pihak.

Bhabinkamtibmas Desa Alu, AIPDA Rahman, J., mengatakan bahwa penyelesaian melalui musyawarah menjadi langkah utama dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami mengedepankan penyelesaian masalah melalui mediasi dan musyawarah. Alhamdulillah, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini secara damai dengan penetapan kembali batas tanah yang disepakati bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Alu IPTU Anshar mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama pemerintah desa dan lembaga adat dalam menangani permasalahan tersebut.

“Kami mengapresiasi sinergi antara Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan lembaga adat dalam menyelesaikan permasalahan warga. Penyelesaian secara kekeluargaan seperti ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.(*)

ANDI BASO IAN

Santri Kehidupan yang Sedang Belajar Menulis

Recent Posts

Perpusip Sulbar Ajak Masyarakat Ikut Survei Nasional Tingkat Kegemaran Membaca 2026

MAMUJU, Tayang9 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) mengajak masyarakat mengikuti Survei…

2 hari ago

Kapolres Polman Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Ajak Personel Perkuat Persatuan

POLMAN, Tayang9 — Kapolres Polewali Mandar (Polman) AKBP Zaky Maghfur, S.I.K., memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian…

2 hari ago

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, SMKN 1 Sumarorong Tekankan Integritas dan Karakter Generasi Muda

MAMASA, TAYANG9 — UPTD SMKN 1 Sumarorong melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis,…

2 hari ago

Kemarau Panjang, Kodim Polman dan BPBD Salurkan Air Bersih untuk Ribuan Santri

POLMAN, Tayang9 — Kemarau panjang mulai membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Polewali Mandar mengalami kesulitan mendapatkan…

3 hari ago

Dorong Minat Baca, Perpusip Sulbar Promosikan Koleksi Novel dan Sastra untuk Semua Kalangan

MAMUJU, Tayang9 — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) Mustari Mula kembali…

3 hari ago

Menteri Agama Lantik Lima Pejabat Ditjen Pesantren, Soroti Masa Depan 44.000 Pesantren

JAKARTA, Tayang9 — Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik lima pejabat pimpinan manajerial di lingkungan Kementerian…

4 hari ago