Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Dispersip Polman Gelar Pembekalan Penulisan Resensi Buku, Dorong Penguatan Budaya Literasi

A. Mahdiana Jabbar: Perpustakaan Tidak Boleh Dipandang Sebelah Mata

POLMAN, TAYANG9 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) menggelar kegiatan Pembekalan Penulisan Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan di Aula Sipamandaq Bapperida, Selasa 13 Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait teknik, sistematika, hingga penilaian lomba penulisan resensi buku.

Hj. Djaslipa, Sekretaris Dinas yang hadir mewakili Kepala Dispersip Polman dalam pengantar penyelenggara kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan budaya literasi di daerah.

Menurutnya, para peserta sebelumnya telah mengirimkan naskah tahap pertama yang bersumber dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik bidang pengembangan budaya baca dan literasi.

“Pembekalan ini bertujuan agar peserta memahami cara penulisan resensi yang baik, mulai dari sistematika hingga aspek penilaian lomba,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Polman, A. Mahdiana Jabbar dalam sambutan pembukaan kegiatan itu menegaskan, penguatan literasi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Polewali Mandar.

“Kegiatan ini sangat penting dan krusial. Semoga seluruh rangkaian kegiatan mendapat rahmat Allah SWT dan berjalan sukses,” katanya.

Mahdiana menekankan bahwa perpustakaan tidak boleh dipandang sebelah mata karena memiliki peran strategis dalam membangun kualitas manusia. Ia menyebut, perpustakaan saat ini telah mengalami transformasi signifikan menjadi ruang inklusif yang memberdayakan dan menguatkan peningkatan sumber daya manusia.

“Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membiasakan diri membaca agar memiliki wawasan dan arah hidup yang lebih baik. Menurutnya, budaya membaca harus menjadi bagian dari pembentukan lingkungan yang positif dan produktif.

Dalam kesempatan itu, Mahdiana juga turut mengingatkan, pentingnya fungsi perpustakaan sebagai sarana pendidikan, penelitian, sekaligus rekreasi edukatif bagi masyarakat.

Dispersip Polman sendiri terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Salah satu capaiannya adalah diperolehnya target akreditasi A pada Desember 2025 lalu melalui penguatan standar layanan dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, dukungan Dana DAK Non Fisik diharapkan mampu memperkuat program literasi dan inovasi perpustakaan, termasuk mendorong sekolah-sekolah agar memenuhi standar layanan literasi yang lebih baik.

SALAM LITERASI dalam gambar tampak sejumlah aktivitas pada acara Kegiatan Pembekalan Lomba Resensi Buku Tahun 2026 Dispersip Polman

Materi Interaktif

Sementara itu, Nurhalizah yang turut hadir dan tampil sebagai nara sumber dalam pemaparannya menjelaskan definisi resensi, struktur resensi, manfaat resensi serta cara membuat resensi dari buku maupun video.

Dalam paparannya yang interaktif dengan peserta yang terdiri dari siswa SMP atau sederajat dan SMA atau sederajat lebih banyak menyinggung pentingnya memahami secara utuh setiap bacaan, agar dapat menuliskan resensi secara utuh.

“Tidak bisa tidak, kita harus membaca buku secara menyeluruh, mencatat poin penting, dan menyusunnya dalam struktur sistematis. Mulai dari judul, identitas buku, pendahuluan, sinopsis, analisis kelebihan dan ekurangan, seta kesimpulan,” ujar Nurhalizah

Lanjut dikatakannya, resensi bertujuan memberikan penilaian objektif serta informasi berharga bagi calon pembaca.

Senada dengannya M. Syariat Tajuddin juga dalam materi pemaparannya seputar pemilihan buku resensi dan literasi membaca dan ketentuan resensi buku dijelaskan tentang jenis bahan bacaan yang ideal untuk diresensi, utamanya terkait dengan lomba resensi yang diadakan oleh Dispresip, maka buku yang diresensi adalah buku yang memang telah menjadi koleksi perpustakaan selaku penyelenggara.

Lebih jauh disampaikan pentingnya membangkitkan budaya literasi dan utamanya membaca ditengah gempuran konsentrasi bias. Menurutnya, generasi saat ini yang lebih banyak didominasi kecenderungan untuk menghabiskan waktu pada tampilan visual melalui handphone dan tidak menjadikan buku sebagai ruang dialog personal dalam menambah pengetahuan.

“Ini saya kira menjadi tantangan kita semua, untuk sama menjadikan buku sebagai teman setia dan membacanya sebagaimana perintah agama yang meminta kita untuk membaca,” tutur Syariat dalam acara yang juga mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta.

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Recent Posts

Hadiah Lomba HUT RI Dipangkas, Pemuda Tallu Banua Pertanyakan Keputusan Kades

Majene, Tayang9 - Semarak perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tallu Banua…

5 hari ago

Malam Ramah Tamah Wisuda Sarjana ke-24 Unasman Berlangsung Guyub dan Meriah

POLMAN, TAYANG9 — Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) sukses menggelar acara graduate party (malam ramah…

7 hari ago

Tim Ekspedisi Patriot UB Dorong Terciptanya Kawasan Transmigrasi Sehat Melalui Pelatihan 25 Kompetensi Kader Posyandu

SEMANGAT membangun Indonesia sehat kembali bergema di pelosok Sulawesi Barat. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya…

7 hari ago

Dinas Pendidikan Mamuju Tengah Perkuat Kompetensi Kepala Sekolah untuk Capai SNP

MATENG, Tayang9.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhudin, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan Sosialisasi…

1 minggu ago

Memanggil Generasi Baruga Tanah Mandar

SEJARAH bukan sekadar rangkaian tanggal, nama, dan peristiwa yang tersimpan dalam buku. Ia adalah ruang…

1 minggu ago

Bedah Buku Maemunah Djud Pantje Hidupkan Ingatan Sejarah Baruga

MAJENE, TAYANG9 — Bedah Buku dan Diskusi Sejarah Maemunah Djud Pantje: Guru dan Pejuang dari…

1 minggu ago