POLMAN, TAYANG9 – Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) Sulawesi Barat secara resmi melepas Tim Ekspedisi Penelitian Ekologi dan Lingkungan Hidup Gunung Gandang Dewata yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UNASMAN Sulbar. Kegiatan pelepasan berlangsung di depan aula audiotorium UNASMAN dan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Universitas Al Asyariah Mandar, Dr. Ahmad Al Yakin, serta dihadiri oleh Pembina MAPALA UNASMAN Sulbar, Nahar.
Ekspedisi ini merupakan bagian dari penguatan peran akademik mahasiswa dalam mendukung penelitian berbasis lingkungan dan konservasi ekosistem pegunungan di Sulawesi Barat, khususnya kawasan Gunung Gandang Dewata yang dikenal memiliki kekayaan biodiversitas dan nilai ekologis yang tinggi.
Dalam sambutannya, Kamis 14 Mei 2026, Dr. Ahmad Al Yakin menyampaikan, kegiatan ekspedisi ilmiah tersebut bukan hanya menjadi ruang pengembangan kapasitas mahasiswa dalam bidang penelitian lapangan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam membangun kesadaran ekologis. Melalui ekspedisi ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan data dan kajian ilmiah yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi lingkungan, serta penguatan literasi ekologis masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam setiap aktivitas penelitian lapangan, termasuk pendokumentasian kondisi ekosistem, identifikasi potensi kerusakan lingkungan, hingga pengamatan terhadap keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan Gunung Gandang Dewata.
Sementara itu, Pembina MAPALA UNASMAN Sulbar, Nahar, menyampaikan bahwa ekspedisi tersebut dirancang sebagai media pembelajaran lapangan yang mengintegrasikan aspek penelitian, pendidikan lingkungan, dan penguatan karakter kepemimpinan mahasiswa.
Menurutnya, kawasan Gunung Gandang Dewata memiliki posisi strategis sebagai laboratorium alam yang menyimpan potensi besar untuk dikaji secara multidisipliner, mulai dari aspek ekologi, hidrologi, vegetasi hutan, hingga dinamika sosial masyarakat sekitar kawasan pegunungan.
“Ekspedisi ini tidak hanya berorientasi pada aktivitas pendakian, tetapi lebih jauh diarahkan sebagai kegiatan ilmiah yang mengedepankan observasi lapangan, pengumpulan data ekologis, serta peningkatan kesadaran konservasi bagi generasi muda,” jelasnya.
Tim ekspedisi MAPALA UNASMAN Sulbar dijadwalkan melakukan serangkaian penelitian dan observasi lapangan di kawasan Gunung Gandang Dewata dengan fokus pada kondisi lingkungan hidup, pemetaan potensi ekologis, serta identifikasi tantangan konservasi di wilayah tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem alam di Sulawesi Barat.
SEJAK 11 Mei 2026 lalu, Pondok Pesantren (Ponpes) Khalwatiyah Manahilul Irfan resmi membuka Penerimaan Santri…
MAMUJU, TAYANG9 — STIEB Insan Madani Mandar Polman terus memperkuat kelembagaan melalui pembangunan jejaring kerja…
POLMAN, TAYANG9 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) menggelar…
JAKARTA,Tayang9—Kepala Biro SDM, Muhammad Zain memacu reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) RI hingga…
Jakarta, Tayang9.com — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Sosial terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah…
POLMAN, TAYANG9 — Suasana upacara bendera di MAN 1 Polewali Mandar, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali…