MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar sosialisasi persiapan masa pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki purna bakti pada tahun 2026, 2027, dan 2028.
Kegiatan yang berlangsung di Mamuju Tengah tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Lita Febriani, SE., M.Si., dan dihadiri Kepala BKD Mamuju Tengah, Dr. Hasanuddin HW, S.Ag., M.Si., serta perwakilan Bank Mandiri Taspen.
Dalam laporannya, Hasanuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 173 ASN yang akan memasuki masa pensiun dalam tiga tahun ke depan. Sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban pegawai menjelang purna bakti, termasuk berbagai regulasi terbaru terkait pelayanan pensiun.
“Kegiatan ini bertujuan agar para ASN dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum memasuki masa pensiun, baik dari sisi administrasi, keuangan, maupun perencanaan aktivitas pasca pengabdian,” ujarnya.
Selain memberikan informasi mengenai proses pengurusan pensiun, peserta juga mendapatkan pendampingan dan pembekalan agar tetap produktif serta mandiri setelah tidak lagi aktif sebagai aparatur negara.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Lita Febriani, menegaskan bahwa masa pensiun merupakan fase kehidupan yang harus dipersiapkan secara matang agar dapat dijalani dengan tenang dan sejahtera.
Menurutnya, hingga tahun 2028 terdapat 173 ASN di lingkungan Pemkab Mamuju Tengah yang akan memasuki masa pensiun. Di tahun 2026, di antaranya terdapat tiga pejabat Eselon II dan empat pejabat Eselon IIIA yang akan mengakhiri masa tugasnya.
Dalam arahannya, Lita menekankan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian para calon pensiunan. Pertama, pengurusan berkas pensiun harus dilakukan paling lambat enam bulan sebelum masa pensiun. Kedua, ASN diminta merencanakan keuangan secara bijak dengan menghindari utang konsumtif dan memanfaatkan fasilitas kredit hanya untuk kegiatan produktif. Ketiga, informasi terkait persiapan pensiun perlu disampaikan kepada seluruh anggota keluarga agar dapat dipersiapkan bersama.
“Masa pensiun harus direncanakan sejak dini. Dengan pengelolaan keuangan yang baik dan administrasi yang tertib, para ASN dapat menjalani masa purna bakti dengan lebih nyaman dan sejahtera,” kata Lita.
Ia juga menjelaskan bahwa proses verifikasi penerimaan hak pensiun nantinya dilakukan secara ketat melalui sistem aplikasi untuk memastikan ketepatan data serta mencegah terjadinya penyimpangan.
Pada kesempatan tersebut, Bank Mandiri Taspen turut memaparkan berbagai layanan dan program pendampingan keuangan yang dapat dimanfaatkan ASN menjelang masa pensiun, termasuk fasilitas perencanaan keuangan hingga dua tahun sebelum memasuki purna bakti.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap seluruh ASN yang akan memasuki masa pensiun dapat memahami prosedur yang berlaku, memperoleh haknya secara optimal, serta tetap produktif dan mandiri setelah menyelesaikan masa pengabdian sebagai aparatur negara.
SALAH satu persoalan yang paling terasa dalam Ranperda Pemajuan Kebudayaan ini adalah cara pandangnya yang…
Majene, Tayan9 - Isu yang diarahkan kepada Kepala Puskesmas (Kapus) Sendana 1 Erwin, dinilai tidak memiliki…
SETELAH membaca berulang-ulang selama berhari-hari, kesalahan paling mendasar dalam rancangan perda ini adalah cara pandangnya…
MATENG, Tayang9.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mamuju Tengah menggelar apel peringatan Hari Lingkungan…
Majene, Tayang9 – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), PKM Sendana 1 menggelar…
SELAIN memperlihatkan kecenderungan birokratisasi kebudayaan, Ranperda Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Barat yang kini sedang dibahas juga…