ILUSTRASI Puisi Noena Dewi Hardianti
entah bagaimana
kita bisa berhadap-hadapan
di satu meja perjamuan
lilin meredup di atasnya
hanya ada satu gelas
terisi setengah air putih
aku haus, katamu
aku juga begitu, kataku
sambil memandangi gelas itu
entah siapa yang akan minum
tak ada mulut benar-benar terbuka
yang banyak mulut menganga
kata seorang pelayan yang sejak tadi memeriksa bola matamu
nyala api dari lilin tak menyambar
asapnya merayapi wajah
segelembung nyusup ke liang hidungku
aku menahan bersin
agar lilin tak padam
dan wajahmu terhindar dari kotoran bau mulutku
adat kita memang begitu
di hadapan orang kalaupun bersin
mulut segera ditutup, katamu
api lilin di meja perjamuan
akhirnya padam juga
entah karena udara kencang
atau sumbunya telah jadi abu
dalam gelap
kulihat bayangan menyumbat mulutmu
aku berteriak
tapi jangankan suara
ngiangpun tak juga keluar dari mulutku
di meja perjamuan
tiba-tiba kita jadi bangkai
dan anehnya kita saling berebut makan
tanpa satu kata, meja ditinggalkan
pulang dengan harga diri sudah sangat ringan
Galeso, Juli 2019
POLMAN, Tayang9 – Bhabinkamtibmas Desa Tammangalle, Polsek Tinambung, Polres Polewali Mandar, Brigpol Patahuddin, bersama TNI, pemerintah…
POLMAN, Tayang9 – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, S.I.P., memberikan pengarahan…
"Aku memang menangisi kepergianmu Annangguru, tapi aku lebih menangisi diriku yang tak bersungguh-sungguh menimba ilmu…
MAMUJU, Tayang9 – Upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) terus dilakukan di…
KABAR duka menyelimuti Sulawesi Barat. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. KH. Muhammad Syibli Sahabuddin, atau…
SULAWESI Barat kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Kiai Syibli Sahabuddin, atau yang akrab disapa…