Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Nilai EPPD/LPPD 2025, Pasangkayu Terakhir di Sulbar dan Masuk Kategori Rendah

Pasangkayu, Tayang9.com — Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) atau Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 menempatkan Kabupaten Pasangkayu pada posisi terakhir di Provinsi Sulawesi Barat.

Berdasarkan data penilaian nasional terhadap 415 kabupaten di Indonesia, Pasangkayu berada di peringkat ke-290 dengan nilai 2,4887 dan masuk kategori rendah.

Capaian tersebut menjadi sorotan karena Pasangkayu merupakan satu-satunya kabupaten di Sulawesi Barat yang berada pada kategori rendah dalam penilaian tahun ini.

Sementara itu, Kabupaten Mamuju Tengah mencatat hasil tertinggi di Sulawesi Barat dengan menempati peringkat ke-80 nasional dan nilai 3,1257. Disusul Mamasa di posisi ke-136 dengan nilai 2,8968, Mamuju peringkat ke-152 dengan nilai 2,8137, Polewali Mandar peringkat ke-166 dengan nilai 2,7830, serta Majene di peringkat ke-234 dengan nilai 2,6367.

Pada tingkat provinsi, Sulawesi Barat menempati peringkat ke-23 dari 34 provinsi dengan nilai 2,8194.

Hasil tersebut dinilai menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Pasangkayu untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta kinerja perangkat daerah.

EPPD/LPPD merupakan instrumen penilaian pemerintah pusat untuk mengukur capaian kinerja pemerintahan daerah, mulai dari tata kelola birokrasi, pelayanan masyarakat, hingga efektivitas pembangunan daerah.

Secara nasional, hanya 28 kabupaten yang berhasil meraih kategori tinggi. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan menjadikan hasil evaluasi ini sebagai bahan pembenahan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan pada tahun mendatang.

MUHAMMAD IRSYAD

Peneliti di lembaga konsultan politik "SSI" serta aktif di berbagai lembaga kepemudaan dan dunia kesenian

Recent Posts

Dalam Satu Hari, Secara Maraton Desa Lekopadis Gelar Tiga Musyawarah Sekaligus

POLMAN – Pemerintah Desa Lekopadis menggelar tiga agenda musyawarah penting dalam satu hari sebagai bagian…

3 jam ago

Menanamkan Nilai Luhur Mala’bi’

SALAH satu kekayaan terbesar yang diwariskan oleh para leluhur Mandar kepada generasi penerus bukanlah harta…

6 jam ago

Analisis Interseksionialitas Tokoh Puang Cadzia dalam Cerita Mandar I Kauseng: Kajian Lapisan Makro, Meso, dan Mikro

Sinopsis Cerita Lokal Tragedi I Kauseng Puang Cadzia adalah istri Pa’bicara Balanipa bernama Puang Gamma’.…

6 jam ago

Bedah Film Marlina, Kartini Manakarra Soroti Kekerasan Gender

Majene, tayang9.com — Kartini Manakarra menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film Marlina Si Pembunuh…

2 hari ago

Syekh Abdul Mannan

DALAM sejarah perkembangan Islam di Tanah Mandar, nama To Salama' Syekh Abdul Mannan menempati posisi…

2 hari ago

Analisis Objektif Novel Asmaraloka Karya Danarto, Melalui Pendekatan Semiotika Rolland Barthes

NOVEL Asmaraloka (1999) karya Danarto merupakan salah satu karya sastra Indonesia modern yang paling mengaburkan…

3 hari ago