MAMASA, TAYANG9 – Sebagai upaya membangun kesadaran antikorupsi di kalangan generasi muda, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui rangkaian kegiatan Movie Day Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026 kembali menghadirkan ruang edukasi alternatif melalui medium audio visual. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi KPK dalam memperluas pendidikan antikorupsi dengan pendekatan kreatif yang lebih emosional dan kontekstual.
Roadshow ACFFEST 2026 di Sulawesi Barat digelar pada 20 hingga 25 Mei 2026 dan berlangsung di empat kabupaten, yakni Mamuju, Majene, Polewali Mandar, dan Mamasa. UPTD SMKN 1 Sumarorong dipilih sebagai lokasi penutup kegiatan untuk wilayah Sulawesi Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Lantai 2 Laboratorium Jurusan Teknik Audio Visual SMKN 1 Sumarorong tersebut diikuti oleh para siswa dan guru dalam suasana antusias. Kepala UPTD SMKN 1 Sumarorong, Arnoldus, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan siswa tentang pentingnya menjaga integritas serta membiasakan diri untuk berani bertanggung jawab.
“Melalui film-film yang ditayangkan nantinya, kami berharap pesan-pesan moral yang disampaikan dapat diresapi dan menjadi pemantik bagi siswa untuk menghindari serta ikut berperan dalam upaya pemberantasan korupsi sejak dini,” ujar Arnoldus di hadapan peserta pada Senin (25/05).
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak penyelenggara, khususnya Pitu Sinema dan KPK, karena kegiatan tersebut dinilai memberikan inspirasi dan manfaat positif bagi warga sekolah.
Sementara itu, narasumber kegiatan yang juga merupakan filmmaker perwakilan Pitu Sinema, Aswad Atjo, menjelaskan bahwa roadshow tahunan ACFFEST 2026 di Sulawesi Barat sebagai titik ke-11 pelaksanaan kegiatan secara nasional.
Menurutnya, SMKN 1 Sumarorong dipilih sebagai lokasi terakhir di Kabupaten Mamasa karena sekolah tersebut telah memiliki hubungan kerja sama dan kedekatan emosional dengan Pitu Sinema selama beberapa tahun terakhir.
“Selain itu, SMKN 1 Sumarorong merupakan satu-satunya sekolah di Sulawesi Barat yang memiliki jurusan Produksi Film. Harapannya, para lulusan nantinya dapat menjadi pionir dalam menyosialisasikan nilai-nilai antikorupsi melalui karya-karya film,” jelas Aswad.
Ia menambahkan, ACFFEST pertama kali digelar pada tahun 2013 dan hingga kini tetap membawa semangat yang sama, yakni mendorong partisipasi aktif serta sikap kritis generasi muda Indonesia melalui karya audio visual sebagai kontribusi nyata dalam kampanye nilai-nilai antikorupsi. (**)
SETIAP Minggu pagi, kawasan Stadion Prasamya berubah menjadi ruang hidup masyarakat. Orang-orang datang dari berbagai…
APA sebenarnya makna Hari Buku bagi generasi hari ini? Apakah ia hanya sebatas tanggal peringatan…
DI penghujung kegiatan Workshop Talenta Bahasa dan Sastra, suasana ruangan sebenarnya terlihat biasa saja. Para…
MATENG, Tayang9.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mamuju Tengah melalui Bidang Komunikasi terus…
PADA penghujung sebuah kegiatan Workshop Bahasa dan Sastra di Taman Budaya dan Museum UPT Taman…
UNGKAPAN “Asal sehat jiwa raga, faham, bisa dan mengerti baca tulis, menulislah” merupakan sebuah seruan…