ILUSTRASI
bersama: Syaiful Haq
aku mencium aromamu disini. juga gerakmu yang rancak dan pijak kakimu yang tangkas dan mistis. bersama gerak lamban kita saling menyapa dalam bahasa yang tak akan dimengerti oleh mereka yang hanya memahami kata-kata sebagai umpatan dan cacian.
kita saling bersitatap, tapi aku tak mampu memandangmu lama, karena aku takut tersandung pada kenangan. dan yang kedua aku takut tatapanku melamur dan memburam dalam tatapanmu yang jernih, bening pula biru serupa warna langit.
tanganmu yang lentik mengingatkanku pada rindu yang selalu menjadi muara setiap pertemuanku dengan perempuan berhati lentik sepertimu.
kepadamu perempuan tolaki, maafkan aku yang tak mampu mengkhatamkan cara membaca jejakmu pada bibir gelas yang tak jatuh dan tak mendenting itu.
dan malam itu, mondotambe telah engkau mainkan, sebagai persembahan pertemuan kita. hingga aku serius ingin menjadi tolaki yang tak menolak menjadi lelaki, hanya untuk meyakini, dirimu adalah sungguh perempuan tolaki yang tangkas menepis hujan jatuh di pelipis malam.
Kendari, 24 – 25 Januari 2019
SORE itu langit Tinambung mulai meredup. Angin dari arah laut perlahan masuk melalui sela-sela pepohonan…
PERJALANAN ziarah makam sering kali bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang menghadirkan…
SORE menjelang malam Idul Adha sering menghadirkan suasana yang berbeda di dalam hati manusia. Di…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas…
MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas…
MAMASA, TAYANG9 – Sebagai upaya membangun kesadaran antikorupsi di kalangan generasi muda, Komisi Pemberantasan Korupsi…