Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Pembukaan Pekan Sastra Sebentar Malam, Komunitas Sulo Kencana Tampilkan Musik Puisi

Irma Trisnawati: Bukan Sekadar Eksibisi, tetapi Ruang Renung Bersama

POLMAN, TAYANG9 – Malam pembukaan Pekan Sastra Provinsi Sulawesi Barat 2026 dipastikan akan berlangsung semarak dan sarat akan nilai estetis. Sulo Kencana, komunitas penampil musikalisasi puisi yang dikenal lewat eksplorasi karya-karya hebatnya, dijadwalkan tampil sebagai salah satu pengisi acara utama pada malam pembukaan yang akan digelar pada Kamis, 16 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai.

Perhelatan bergengsi yang diinisiasi UPTD Taman Budaya dan Museum (TBM), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi ini dipusatkan di Baruga Boyang Kaiyyang Komplek TBM di Buttu Ciping, Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.

Mengusung tema besar “Tubuh Kata: Tradisi Lisan, Tubuh dan Suara Masa Kini”, Pekan Sastra tahun ini berupaya mengeksplorasi kembali kekuatan kata yang melampaui lembaran kertas. Kehadiran Sulo Kencana dinilai sangat representatif dalam menerjemahkan tema tersebut ke atas panggung. Melalui media musikalisasi puisi, mereka akan menjembatani kekuatan teks sastra dengan dinamika bunyi dan emosi masa kini.

Dalam rundown panitia penyelenggara Pekan sastra disebutkan, selain seremoni pembukaan dan penampilan Komunitas Sulo Kencana, juga akan diisi dengan pengantar kuratorial Abdul Muttalib serta testimoni dan pembacaan puisi oleh Adi Arwan Alimin Ketua Dewan Juri Cipta Puisi.

Sementara itu, khusus untuk penampil dari para finalis yang karyanya telah dinyatakan lolos kurasi dan akan dinilai oleh juri pada malam pembukaan sebentar malam, terdapat tiga orang penyair dan tiga orang monologis yang akan tampil, masing-masing:

 Pembacaan Karya Puisi:

  1. Darnia Nur Ikhnal dengan judul puisi: ‘Sebelum Mata Terpejam’
  2. Itrha Febrianta judul puisi: ‘Yang Diwariskan oleh Suara’
  3. Ratna Muslim dengan judul puisi: ‘Suara Bapak, Nyanyian Ibu’

Pertunjukan Monolog:

  1. Jumarni dengan judul monolog: ‘Lima’
  2. Luthfiana Putri dengan judul monolog: ‘Menentun Langit di Tepi Laut’
  3. Zahra dengan judul monolog: ‘Pattodioloang’

Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum (TBM) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Irma Trisnawati, menjelaskan, pembukaan Pekan Sastra Sulawesi Barat (Sulbar) 2026 sengaja dikonsep secara matang lewat pertunjukan yang memukau. Langkah ini diambil agar agenda tahunan tersebut tidak terjebak dalam kesan seremonial belaka, melainkan mampu menyuguhkan esensi yang mendalam bagi para penikmatnya.

“Kami sengaja mendesain pembukaan ini dalam bentuk pertunjukan yang menarik, agar kegiatan tidak hanya meninggalkan kesan eksibisi yang kaku. Lebih dari itu, kami ingin acara ini bisa menjadi ruang renung bersama bagi pelaku seni budaya,” ujar Irma kepada media.

Ia menambahkan, esensi ruang renung tersebut akan tersaji melalui harmoni berbagai karya penampil. Masyarakat akan diajak menikmati sejumlah pertunjukan dan gagasan yang dihadirkan, utamanya yang berfokus pada genre sastra dan seni pertunjukan, khususnya monolog.

IRMA TRISNAWATI Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Barat

Berlangsung Tiga Hari, Terbuka untuk Umum

Melalui momentum ini, Irma Trisnawati mengajak publik secara luas untuk datang dan menjadi saksi hidup atas geliat literasi dan kesenian di Sulawesi Barat.

“Pekan Sastra Sulawesi Barat sendiri akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 16 hingga 18 Juli 2026. Selain pertunjukan dari Sulo Kencana, kegiatan ini juga akan diisi oleh berbagai rangkaian eksibisi sastra, diskusi, dan pementasan seni dari berbagai komunitas kreatif lainnya,” papar Irma.

Pihak panitia juga menegaskan bahwa perhelatan budaya ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Seluruh masyarakat, akademisi, seniman, mahasiswa, serta pelajar di Sulawesi Barat dan sekitarnya diundang secara terbuka untuk hadir menyaksikan momentum kebudayaan yang luar biasa ini. Mari menjadi bagian dari perayaan literasi dan seni yang merawat ingatan serta tradisi kita,” pungkasnya penuh harap.

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Recent Posts

Kaprodi BK Unimen Beri Motivasi dan Kenalkan Kurikulum di MPLS SMPN 1 Tinambung

POLMAN, TAYANG9 — Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di…

4 jam ago

Menakar Tantangan Seni Monolog, Kedalaman Puisi, dan Ruang Kreativitas Generasi Baru

POLMAN, TAYANG9 – Atmosfer antusiasme menjelang gelaran bergengsi Pekan Sastra Tubuh Kata kian terasa hangat.…

2 hari ago

12 Finalis Lolos Akurasi, Pekan Sastra 2026 Siap Guncang TBM Sulbar!

POLMAN, TAYANG9 — Panggung sastra dan pertunjukan di Sulawesi Barat akan kembali bergemuruh! Hal itu…

2 hari ago

Mandar Ethno Music Concert: Merawat Bunyi, Membaca Zaman

MENJADI kurator Mandar Ethno Music Concert merupakan pengalaman yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ketika…

2 hari ago

Mandar Musik Ethno Concert sebagai Aksara Perjalanan Bunyi

MANDAR Musik Ethno Concert 2026 bukan sekadar rangkaian pertunjukan musik. Ia adalah sebuah aksara kehidupan…

2 hari ago

Kukuhkan 119 Guru Besar, Menag Titip Pesan: Hadirkan Dampak Lewat Ilmu

Jakarta, Tayang9—Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menitipkan pesan kepada 119 Guru Besar yang baru saja…

3 hari ago