Categories: CARITA KACO

Kaco Cicci Berdoa dalam Kesedihan

JELANG siang itu Kaco tertunduk, matanya nanar dan berair mata, layaknya orang kalah dalam pertarungan. Cicci yang menyaksikan itu, dari belakang mendekat dan menyentuh pundaknya dan bertanya, “apari’ na’angga’mu malussur sannal, apakah gara-gara kopi puli’mu yang napettamai lali’ tadi pagi, ataukah karena manu’mu yang manus nawawa uwai banjir bandang diongin?”.

Seraya menyeka air bening yang jatuh, matanya menatap dalam mata Cicci yang bening itu, seraya berucap, “tidakkah engkau saksikan di hari-hari terakhir ini, begitu banyak para annangguru, panrita, anna tomala’bi kero anna pappeyappunna lao di Pungallahu Ta’ala telah berpulang? Sebagai tau ammang, sungguh kita sangat kehilangan, betapa mereka yang telah memberi kita contoh, pe’guruang macoa telah pergi satu-satu. Sementara yang tersisa kini hanyalah orang-orang seperti kita yang tidak saja ammang dan cangngo’ tetapi juga pawali-wali anna po’la-po’la”, tutur Kaco dalam nada pelan seraya menggenggam tangan Cicci.

Cicci yang mendengar itu, ikut dalam kedukaan Kaco dan hanya bisa ikut memegang erat tangan Kaco seraya belajar memahami kondisi perasaan Kaco yang merasa kehilangan itu. Keduanya lalu sama tertunduk dan pelan sama merapalkan doa-doa terbaiknya untuk annangguru dan panrita yang mala’bi kero anna gau’na dan baru saja beberapa jam yang lalu telah berpulang ke Rahamatullah. Innalillahi Wa Inna Ilayhi Rojiun. Bi Husnil Khatimah. Alfatihah. [mst]

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Share
Published by
REDAKSI

Recent Posts

Bedah Film Marlina, Kartini Manakarra Soroti Kekerasan Gender

Majene, tayang9.com — Kartini Manakarra menggelar kegiatan nonton bareng dan bedah film Marlina Si Pembunuh…

2 hari ago

Syekh Abdul Mannan

DALAM sejarah perkembangan Islam di Tanah Mandar, nama To Salama' Syekh Abdul Mannan menempati posisi…

2 hari ago

Analisis Objektif Novel Asmaraloka Karya Danarto, Melalui Pendekatan Semiotika Rolland Barthes

NOVEL Asmaraloka (1999) karya Danarto merupakan salah satu karya sastra Indonesia modern yang paling mengaburkan…

2 hari ago

Dewan Kebudayaan atau Dewan Kekuasaan?

SALAH satu bagian paling problematis dalam rancangan perda ini adalah pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah. Secara…

2 hari ago

Guru Mengajar Indonesia,  Siapa Mengajar Kesejahteraan Guru

BEBERAPA hari yang lalu saya membaca sebuah unggahan di media sosial yang membahas tentang perbandingan…

4 hari ago

Tuntunan, Tontonan, dan Impian

PASCA Hiroshima dan Nagasaki, Jepang tidak hanya membangun kembali gedung-gedung yang hancur. Mereka juga membangun…

4 hari ago