Saat Fahri Hamzah di konfirmasi oleh awak media. (Foto:FM)
Mamuju – Tayang9 – Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah, mengaku telah berupaya secara maksimal untuk mendorong adanya pemekaran, terhadap sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Barat termasuk Kabupaten Balanipa.
Menurut Fahri Hamzah, alasan mendasar sehingga sampai saat ini Kabupaten Balanipa tak kunjung di mekarkan, karena ditengarai Presiden Jokowidodo sampai saat ini tidak memiliki keberanian, untuk mengambil langkah tersebut, meski di DPR telah ada daftar yang telah masuk dalam Daerah Otonomi Baru (DOB).
“Tapi Presiden Jokowi tidak berani melakukan pemekaran,” ucap Fahri Hamzah, saat di konfirmasi di Hotel D’Maleo, Senin, 11/02/18.malam.
Selain itu ia juga menambahkan, salah satu evaluasi negatif anggota DPR-RI pada kepemimpinan Presiden Jokowidodo adalah, ketakutannya terhadap adanya pemekaran.
“Jadi salah satu evaluasi negatif kita pada Jokowi karena dia takut dengan pemekaran, pak Jokowi menganggap itu soal uang, keuangan anggaran, padahal orang tu gak minta uang, orang tu hanya minta kewenangan lebih supaya bisa ngurus dirinya sendiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, masalah DOB di Komisi II DPR-RI telah selesai dibahas, dan tinggal menunggu keputusan atau sikap dari pihak eksekutif dalam hal ini Presiden.
“Penyebabnya adalah eksekutif Presiden, Presiden takut dengan pemekaran, Presiden ini kayaknya tidak berani dia, sudah kita dorong pantatnya gak berani,” tutupnya. (FM)
DI tengah derasnya arus digital hari ini, musik hadir hampir di setiap ruang kehidupan. Ia…
KITA hidup di zaman ketika musik hampir tidak pernah benar-benar pergi dari kehidupan. Ia hadir…
Pendahuluan: Ledakan Kegelapan dan Guncangan Jiwa ADA sejenis keindahan yang tidak dilahirkan untuk menidurkan jiwa,…
MUHARRAM merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan menjadi penanda dimulainya Tahun Baru Islam. Bagi…
POLMAN, TAYANG9 – Komando Distrik Militer (Kodim) 1402/Polman mengajak masyarakat untuk menikmati gelaran Piala Dunia…
RANPERDA ini juga sangat kuat mendorong pemanfaatan budaya untuk kepentingan ekonomi. Pada prinsipnya hal ini…