Foto :Kepala Perwakilan ORI Sulbar Lukman Umar.
Mamuju – Tayang9 – Ombudsman Republik Indonesia Sulawesi Barat (ORI Sulbar), secara resmi menutup kasus dugaan maladministrasi penundaan berlarut penerbitan sertifikat oleh BPN Kabupaten Mamuju Tengah.
Proses penutupan kasus dugaan pelanggaran Maladministrasi tersebut dilakukan setelah adanya penyelesaian dari terlapor dalam hal ini BPN Kabupaten Mamuju Tengah dengan menerbitkan sertifikat.
Asisten ORI Sulbar I Komang Bagus, mengatakan, bahwa kasus tersebut sempat berproses, sebelum sertipikat belum dilakukan lantaran masih berstatus sengketa, sehingga pihaknya harus bekerja ekstra dalam melakukan proses tindaklanjut.
“Upaya tindaklanjut dan kerjasama semua pihak yang terus kami lakukan, pengaduan ini akhirnya bisa kami tutup, namun tim Ombudsman masih akan melakukan monitoring untuk memastikan pengaduan ini selesai dengan baik,” ucap I Komang Bagus, Senin, 11/02/19.
Sementara itu Kepala Perwakilan ORI Sulbar Lukman umar juga menjelaskan, terkait waktu penyelesaian laporan dikantor Ombudsman RI Sulawesi Barat semua tergantung tingkat kerumitannya. namun pihaknya menggaransi selama aduan yang masuk kewenanganya dipastikan akan selesai.
“Hanya saja ada yang lama, ada juga yang bisa langsung selesai, tergantung tingkat kerumitannya, misalnya kasus sengketa tanah ini tentu kita butuh waktu panjang karena harus mengedepankan cara-cara persuasif dan jalur non litigasi untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, intinya semua pengaduan di ombudsman itu gratis” tutur Lukman.(*/FM)
MEDIA sosial kembali menunjukkan betapa kuatnya pengaruh emosi dalam membentuk opini publik. Sebuah video yang…
Jakarta, Tayang9.com – Kunjungan konsultatif pimpinan dan seluruh pimpinan fraksi DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar)…
Mateng, Tayang9.com – Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Nomor…
Mateng, Tayang9.com – Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ketenagakerjaan…
TIGA puluh tahun silam, langkah pertama saya menapaki dunia pesantren dimulai. Sebuah perjalanan penuh suka…
POLMAN, TAYANG9 – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai tiga persoalan…